Golkar: Kondisi Grup Bakrie Tak Pengaruhi Pencapresan Ical

Golkar: Kondisi Grup Bakrie Tak Pengaruhi Pencapresan Ical

Nur Khafifah - detikNews
Minggu, 28 Okt 2012 16:25 WIB
Golkar: Kondisi Grup Bakrie Tak Pengaruhi Pencapresan Ical
Jakarta - Aburizal Bakrie menjadi capres Partai Golkar untuk Pemilu 2014 di tengah situasi ekonomi yang kurang baik di Grup Bakrie. Namun rupanya bagi Golkar, kondisi perusahaan Ical tak berpengaruh bagi pencapresannya.

"ARB (Aburizal Bakrie) itu diusung oleh Golkar, jangan dikait-kaitkan dengan ekonomi Bakrie," tegas Sekjen DPP Golkar, Idrus Marham usai menghadiri jumpa pers terkait persiapan Rapimnas IV yang akan diadakan 29-30 Oktober di Hotel Borobudur, Minggu (28/10/2012).

Menurut Idrus, tak ada hubungan antara keuangan Bakrie dan keuangan Partai Golkar. Si Beringin masih memiliki sistem pendanaan kuat dari kader.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggak ada hubungannya," sambung Idrus.

Sebelumnya diberitakan, laba perkebunan milik Bakrie, PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP) sepanjang semester I-2012 anjlok 99 persen menjadi Rp 3,535 miliar, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 408,101 miliar.

Laba per saham juga mengikuti dan hanya menyisakan Rp 0,27 per lembar di semester I-2012, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 28,71 per lembar. Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan (1/10), terlihat penurunan kinerja UNSP disebabkan rendahnya penjualan.

Selain itu, perusahaan tambang PT Bumi Resources Tbk (BUMI) punya total utang US$ 4,113 miliar atau setara Rp 37 triliun. Utang ini merupakan milik perseroan dan anak usahanya, demikian isi bahanpaparan publik BUMI (2/10).
 
Sementara saham Bumi Plc di bursa London terkena koreksi tajam setelah diterpa isu penyimpangan dana di anak usahanya, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Sahamnya anjlok 48,3 pence sterling (Rp 7.500) hanya dalam sehari. Seperti dikutip dari data perdagangan saham di Bursa London (25/9).

Kondisi ini membuat spekulasi soal nasib pencapresan Ical. Terutama dari segi pendanaan.

(/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini