Rayakan Sumpah Pemuda, Pemuda Pecinta Alam Bersihkan Kanal Banjir Timur

Rayakan Sumpah Pemuda, Pemuda Pecinta Alam Bersihkan Kanal Banjir Timur

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Minggu, 28 Okt 2012 13:25 WIB
Jakarta - Peringati Hari Sumpah Pemuda puluhan pemuda pencinta alam melakukan operasi pembersihan dan penanaman pohon di Kanal Banjir Timur (KBT) tepatnya dekat pintu air Cipinang. Mereka berharap dari kegiatan ini dapat menjadi teladan bagi masyarakat untuk peduli akan kebersihan lingkungan di KBT.

"Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB, rencananya akan dilakukan sampai 15.00, dengan melakukan operasi bersih sungai dan penanaman pohon, konsepnya dengan sampah yang mengalir kita angkut dengan mengunakan perahu karet," ujar ketua pelaksana Forrum Relawan Penangulangan Bencana Alam (FRPBA) Heru Suprayitno, saat ditemui detikcom, di Pintu Air Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (28/10/2012).

Heru mengatakan rencananya operasi pembersihan dan penanaman KBT hendak dilakukan sampai ke depan Rumah Sakit Duren Sawit. "Sebenarnya mau sampai daerah Duren Sawit, namun ketika kita liat ternyata titik kumpul sampah berawal dari pintu Cipinang, di mana terdapat aliran air dari sungai Ciliwung," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Heru menjelaskan sejak dilakukan operasi bersih kali sampai dengan siang ini, pihaknya banyak mengangkut sampah plastik dari KBT.

"Hampir 50 kantong karung sampah, kemungkinan bisa bertambah, dan itu terdiri dari sampah plastik, botol, dan bongkahan kayu. Nantinya sampah yang telah tersebut akan dibawa ke dinas PU," lanjutnya.

Heru menjelaskan kegiatan ini dilakukan untuk memberitahukan kepada pemerintah daerah, semenjak dibangunnya Kanal Banjir Timut (KBT) bukannya terjaga malah tambah kotor

"Seharusnya gubernur bisa prihatin dengan keadaan BKT seperti ini, malah jadi rusak atau kotor. Kita ngelakuin ini biar Gubernur lihat kalau KBT dibangun bukan bersih malah tambah kotor, sementara penghijauan di KBT juga masih kurang sehingga menjadikan tempat ini gersang, dan kalau diperhatikan sepanjang jalur KBT ini masih jarang adanya tempat sampah sementara, sehingga masyarakat banyak membuang ke kali," tandasnya.

(edo/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini