Ibu Terduga Teroris Agus Pingsan Tahu Anaknya Ditangkap

Ibu Terduga Teroris Agus Pingsan Tahu Anaknya Ditangkap

Syaiful Kusmandani - detikNews
Minggu, 28 Okt 2012 11:22 WIB
Ibu Terduga Teroris Agus Pingsan Tahu Anaknya Ditangkap
Ilustrasi/dok detikcom
Jember - -

Kabar penangkapan terduga teroris Agus Anton Figian (31) di Madiun, membuat shock keluarganya di Jember. Ibunda Agus, Jariyatin (50), sempat pingsan mengetahui anak ke-3 nya itu ditangkap Densus 88 karena diduga terlibat terorisme.

"Ibu mas Agus belum bisa diwawancara, beliau masih shock. Bahkan beliau kemarin sempat pingsan," kata keponakan Agus, Wildana kepada detikcom, Minggu (28/10/2012).

Ditemui di rumahnya, di Dusun Krajan, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Wildana menceritakan, pihaknya mendapat kabar penangkapan Agus dari tayangan berita sebuah televisi swasta, kemarin sekitar pukul 5 sore. Namun karena kabar itu belum jelas, pihak keluarga kemudian mencoba mencari informasi lebih detail.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebab ada informasi bahwa mas Agus sempat kabur. Jadi pemahaman pihak keluarga masih belum tertangkap. Kita mau menghubungi keluarga di sana (Madiun, red) juga nggak enak. Saya akhirnya menyarankan agar pihak keluarga menunggu informasi lebih lanjut. Sebab kebetulan di rumah juga ada acara pengajian," kata Wildana.

Setelah acara pengajian selesai pukul 7 malam, Wildana bersama adik Agus, Irfan, mencoba mencari informasi di internet. Dari situlah akhirnya didapat kepastian bahwa Agus telah tertangkap.

"Kami sudah berusaha berhati-hati memberitahu ibunya mas Agus, tapi tetap saja beliau terkejut dan shock. Bahkan tidak lama kemudian, beliau pingsan. Mungkin tidak kuat menahan beban mental mengetahui anaknya ditangkap gara-gara kasus terorisme," terang Wildana.

Shock dan tekanan batin memang tampak jelas di raut wajah Jariyatin. Perempuan setengah abad itu bahkan sempat emosi mengetahui sejumlah wartawan mewawancarai Wildana. Ketika masuk ke ruang tamu, Jariyatin langsung mengusir wartawan.

"Sudah kalian pergi sana. Kalian itu cari makan dari kesengsaraan orang. Kalian cari makan dari menyebarkan fitnah!" katanya berapi-api.

"Sudah mas, mohon pulang dulu, mungkin kami butuh ketenangan untuk sementara waktu," kata Wildana sembari memegangi tubuh Jariyatin yang terus meronta.

(gik/trw)


Berita Terkait