"Dari beberapa survei ilmiah menunjukkan popularitas maupun elektabilitas Ical tidak sekuat figur-figur lain yang saat ini sudah masuk bursa pencapresan," kata pengamat politik, Gun Gun Heryanto, Minggu (28/10/2012).
Menurutnya, Partai Golkar harus menyiapkan skenario lain yakni mengusung tokoh baru bila memang tingkat elektabilitas dan popularitas Ical masih di urutan bawah dibanding tokoh nasional lainnya.
"Trennya saat ini, meski publik mempersepsi positif Golkar yang intensif turun ke masyarakat melakukan political publicity, tetapi tidak berbanding lurus dengan kenaikan elektabilitas Ical," terang Gun Gun.
Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute ini menambahkan, Ical masih dibebani persepsi negatif menyangkut perusahaan yang merugikan masyarakat. "Selama kasus Lapindo maka tetap akan membebanni Ical dan pencapresannya. Kedua, Ical masih terkesan elitis, meskipun rajin turun ke basis pemilih tetapi kiprahnya belum cukup memosisikan diri dia menjadi dekat dengan masyarakat," tuturnya.
"Seharusnya sebagai partai besar dan Ical juga saya kira sangat pandai menghitung matematika politik. Jadi seyogianya membaca pergerakan opini publik yang tak kunjung memosisikan Ical sbg capres favorit," kata Gun Gun.
(fdn/bal)











































