"Tiga atau empat hari yang lalu, ada intel nanya-nanya, tapi dia bilangnya mau cek pajak STNK. Tadi pas penggerebekan ketemu lagi intelnya," kata tetangga terduga teroris, Kusmanto (34), di Jalan Kemanggisan Pulo, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (27/10/2012).
Ia menuturkan, terduga teroris Narto, baru satu minggu tinggal di kontrakan yang saat dilakukan penggerebekan oleh polisi dalam keadaan kosong. Narto sebelumnya tinggal sekitar 200 meter dari kontrakan yang sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, terduga teroris lain, Herman, yang tertangkap di Jalan Palmerah Barat 2 nomor 24, RT 003 RW 09, Palmerah, sering berkunjung ke rumah Narto. Entah apa yang dibicarakan keduanya, namun menurutnya Herman datang membawa buku.
"Herman yang tertangkap di sebelah, sering ke sini. Dia datang bawa ransel isinya saya pernah lihat buku. Kita dulu waktu bantuin ngangkutin barang-barang pindahan juga nggak ada barang-barang mencurgikan. Tapi di dalam saya sempat baca ada tempelan tulisannya tentang berjihad yang benar," ungkapnya.
"Saya nggak nyangka, kaget juga saya (ada penggerebekan hari ini)," imbuhnya.
Di Palmerah, polisi berhasil mengamankan tiga terduga teroris, yaitu Azhar, Herman, dan Narto. Barang bukti yang berhasil disita adalah bahan-bahan untuk pembuatan dan perakitan bom.
(/)











































