Mayoritas warga kampung Bustaman setiap hari raya Idul Adha tiba selalu disibukkan dengan rutinitas membersihkan kepala atau kaki hewan kurban.
Salah satunya adalah Wahyuni (55) yang merupakan pengelola Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Bustaman. Ia menceritakan kampungnya memang terkenal dengan jasa membersihkan kepala dan kaki sapi maupun kambing. Jika pada hari biasa hanya tiga rumah yang membuka jasa tersebut, saat Idul Adha, hampir sepanjang gang sempit di kampung Bustaman penuh orang yang sibuk 'bersih-bersih'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dikunjungi detikcom, Wahyuni dibantu dua anaknya yang juga sibuk mengerok bulu-bulu di kepala kambing dan sapi menggunakan silet. Sesekali kepala-kepala tersebut di masukkan ke dalam wajan berisi air hangat. Menurut Wahyuni, air hangat bisa memudahkan pekrjaannya.
"Pakai air hangat biar bulunya halus. Kalau air panas bulunya malah kaku dan susah dikerok," terang Wahyuni.
Untuk satu kepala kambing, lanjut Wahyuni, membutuhkan waktu kurang lebih 15 hingga 30 menit. Sedangkan untuk Sapi bisa lebih cepat karena jarang yang berbulu.
"Kalau kambing yang jenisnya besar dan bulunya banyak itu bisa sampai setengah jam," ujar Wanita beranak lima itu.
"Sapi lebih gampang dari pada kambing, tidak banyak bulu, meskipun ada bulu seperti di kaki tapi mudah dikerok," timpal salah satu anaknya, Bekti Sarjono (34).
Biasanya dalam tiga hari sejak hari raya Idul Adha, Wahyuni dan warga Bustaman lainnya kebanjiran order hingga belasan potong kepala dan kaki setiap harinya. Biaya yang diberikan kepada pelanggan khusus hari raya antara Rp 25 ribu untuk kepala kambing dan Rp 100 ribu untuk kepala sapi.
"Kalau hari biasa hanya beberapa pesanan dan yang buka jasa hanya tiga tempat tidak sebanyak kalau Idul Adha," pungkas Wahyuni.
"Kemarin 15 potong kepala," imbuhnya.
Tidak hanya membersihkan dari bulu-bulu, Wahyuni juga menerima jasa pemotongan sehingga pelanggan tidak perlu lagi memisah antara telinga, lidah, hidung ataupun bagian kepala lainnya.
Salah satu pelanggan Wahyuni, Mardiyah (46) setiap kali Idul Adha ia selalu dititipi warga kampungnya di Sekayu Semarang untuk membersihkan kepala-kepala hewan kurban. Kali ini, ia membawa lima kepala kambing dan empat kaki sapi.
"Biasanya orang-orang tidak mau mengurus bagian kepalanya. Jadi yang ada di kampung saya bawa ke sini. Nanti dimasak menjadi tongseng atau tengkleng dan dibagikan ke warga," kata Mardiyah.
Lokasi kampung pembersih kepala sapi dan kambing ini terletak di kawasan jl. MT Haryono sebelum bundaran Bubakan. Kegiatan 'bersih-bersih' warga kampung Bustaman masih tetap berlangsung walaupun sudah lewat hari Idul Adha.
"Soalnya ada masjid yang menyembelih hari ini. Kemarin tutup jam 21.00 WIB. Kemungkinan sibuknya tiga hari sejak Idul Adha," tutup Wahyuni.
(alg/aan)











































