Agus ditangkap pada Jumat 26 Oktober 2012 sekitar pukul 23.00 WIB.
Berdasarkan informasi anggota intelijen yang enggan disebutkan namanya, Agus tercatat sebagai warga RT 19 RW 04, Desa Sewulan Kulon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istri Agus, Rahayu Ningsih mengaku tidak tahu menahu penangkapan sang suami.
"Saya tidak tahu permasalahan ini. Suami saya sejak tadi malam belum pulang. Bahkan kunci rumah ikut dibawa sama Bapak. Keluarga masih mencari Bapak," kata Rahayu saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya Sabtu ( 27/10/2012).
Ibu 3 orang anak ini mengaku kaget Agus ditangkap dan diduga terlibat aksi terorisme.
"Bapak orangnya baik namun tertutup. Kesehariannya cuma sebagai pengusaha mebel. Saya tak yakin jika Bapak terlibat kegiatan seperti itu. Ke depan kami hendak menanyakan kasus ini ke pihak berwajib," ujar Rahayu sambil menangis sedih.
Hingga sekitar pukul 12.30 WIB, belum ada keterangan dari pihak berwenang soal penangkapan terduga teroris di tempat itu, termasuk belum diketahui berbagai barang bukti yang diamankan petugas.
(aan/aan)











































