"Informasi terbaru, masih ada sekitar 40 kapal yang tertahan di laut dan tidak bisa masuk kamp pengungsian," ujar Wakil Presiden ACT (Aksi Cepat Tanggap), Syuhelmaidi Syukur di Yangon, Myanmar, Jumat (26/10/2012).
Menurut Syuhelma, timnya telah berhasil mengunjungi kamp pengungsian di Sittwe dan melihat persiapan kurban untuk menyambut hari Idul Adha yang jatuh pada 27 Oktober di Myanmar. Berdasarkan kondisi di kamp penampungan, ACT akan membantu untuk menambah jumlah shelter di sana.
"Kita akan menyiapkan 100 shelter di Sittwe. Kita mohon doa dan dukungan masyarakat di Indonesia," kata Syuhelmi.
ACT juga akan berpartisipasi dalam melakukan pembangunan sosial dan ekonomi di Sittwe. Syuhelmi menambahkan, permasalahan ekonomi yang tidak kunjung berkembang di sana sebagai salah satu kendala pemulihan situsi konflik Sittwe.
"Partisipasi kita dalam sosial ekonomi recovery sangat terkait dengan kondisi keamanan di Sittwe. Sehingga kami berharap pemerintah dan masyarakat internasional bekerja keras untuk mewujudkan perdamaian di Sittwe," terangnya.
Beberapa permasalahan lain yang juga ada di kamp pengungsian yaitu aliran listrik yang tidak lancar, pengolahan hasil alam terutama hasil laut yang tidak berkembang. "Sehingga potensi ekonomi yang besar di sana tidak bisa menjadi penopang dan tidak bisa dibawa keluar dari Sittwe," ucapnya.
(/)











































