Menko Kesra: Kuota Haji Perlu Ditambah

Laporan dari Arab Saudi

Menko Kesra: Kuota Haji Perlu Ditambah

- detikNews
Jumat, 26 Okt 2012 16:44 WIB
Menko Kesra: Kuota Haji Perlu Ditambah
Makkah - Menko Kesra Agung Laksono menilai kuota haji untuk Indonesia perlu ditambah. Sebab jumlah calon haji yang mendaftar semakin banyak dan daftar tunggunya semakin lama.

"Perlu ada upaya untuk menambah jumlah kuota calon haji untuk tahun-tahun mendatang," ungkap Agung Laksono di Mekkah, Jumat (26/10/2012).

Agung menegaskan penambahan kuota haji itu perlu dilakukan karena Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya adalah Muslim. Selain itu, dia meminta pemerintah mengatasi masalah jamaah haji non kuota yang masih muncul pada musim haji tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya berharap masalah jamaah nonkuota yang masih muncul saat ini dan masalah daftar tunggu yang lama juga bisa di atasi," katanya.

Menurut Agung pelayanan haji tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Penilaian mulai dari penerbangan, perjalanan Jeddah-Madinah-Mekkah, katering hingga kelancaran transportasi angkutan jamaah dari tempat pemondokan ke Masjidil Haram.

"Semuanya berjalan lancar dan saya berharap sampai akhir lancar semua," kata Agung.

Agung mengakui masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam pelayanan haji saat ini seperti masalah keamanan terhadap jamaah calon haji. Kasus pencurian di Mekkah dan penipuan terutama kasus calon haji yang tertipu oleh travel/biro perjalanan tidak terdaftar.

"Masalah seperti ini harus diselesaikan. Sebab mereka mengambil kesempatan dari besarnya minat masyarakat yang ingin naik haji namun kuota kita terbatas, sehingga mereka langsung meminta visa pada pemerintah Arab Saudi," kata Agung.

Menurut dia perlu adanya sosialisasi pada masyarakat agar mengetahui perusahaan mana saja yang resmi dan tidak resmi yang mengurus perjalanan haji. Hal ini perlu dilakukan agar kasus-kasus serupa tidak terjadi lagi.

"Kasihan, misalnya ada satu keluarga yang sudah selamatan pamitan orang sekampung ternyata tidak jadi berangkat," katanya.


(bgs/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads