Bhatoegana: Komisi VII DPR Marah Sama Dahlan Karena Sapi

Bhatoegana: Komisi VII DPR Marah Sama Dahlan Karena Sapi

- detikNews
Kamis, 25 Okt 2012 18:16 WIB
Bhatoegana: Komisi VII DPR Marah Sama Dahlan Karena Sapi
Jakarta - Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana mengungkap kenapa Komisi VII DPR marah besar saat mantan Dirut PLN Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak memenuhi panggilan klarifikasi soal audit BPK. Rupanya anggota Komisi VII DPR ya bisa dibilang cemburu sama sapi. Loh?

Selain karena undangan yang ditujukan ke Dahlan salah alamat, lantaran Dahlan dipanggil Komisi VII sebagai Menteri BUMN bukan sebagai mantan Dirut PLN, memang ada alasan khusus sehingga Dahlan tidak memenuhi panggilan DPR pada Rabu (24/10/2012) malam. Rupanya Dahlan sedang mengurus peternakan sapi milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) di Jambi.

"Saya tidak datang tadi malam karena saya ke Jambi. Di Jambi ngurus sapi," kata Dahlan ketika ditemui usai mengikuti rapat koordinasi di kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (25/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun siapa sangka hal ini membuat anggota Komisi VII DPR murka. Lantaran merasa diremehkan oleh Dahlan, menilai Dahlan yang diminta menjelaskan temuan BPK terkait inefisiensi PLN Rp 37 triliun tersebut lebih mementingkan sapi.

"Jadi kemarin ada teman yang membagikan berita soal Dahlan Iskan lagi ngurus sapi. Nah ini semua teman-teman marah karena kok mentingin sapi. Saya kemudian minta semuanya sudah jangan dibahas lagi karena bukan dia yang ngomong, kan bukan dia yang meremehkan kita," kata Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana sambil tertawa.

Kini DPR telah memasuki masa reses. Undangan untuk Dahlan diperbaiki untuk diserahkan setelah reses DPR. "Ada kesalahan di sekretariat. Kita akan undang lagi setelah reses," katanya.

Rencananya Dahlan Iskan diundang ke Komisi VII DPR semalam. Namun Dahlan tidak memenuhi undangan karena ada kesalahan undangan dan acara lain. Komisi VII DPR mengundang Dahlan meminta verifikasi terkait temuan inefisiensi PLN Rp 37 triliun oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di 2009/2010.

(van/dnl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads