Pidato wukuf disampaikan di tenda masing-masing maktab. Sedangkan di maktab Misi Haji Indonesia, pidato wukuf disampaikan Naib Amirul Haj yang juga mantan Ketua PBNU, KH Hasyim Muzadi.
Turut hadir di tenda maktab Indonesia, Menko Kesra Agung Laksono, Wakil Ketua DPR Pramono Anung, Menteri Agama Suryadharma Ali, Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Anggito Abimanyu, Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur, para anggota Amirul Haj Indonesia dan anggota tim pengawas DPR RI dan DPD RI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapakah diantara kita yang mampu mengatasi tanpa pertolongan Allah atau cukup kita mengatakan semua itu sekedar gejala alam," tegas Hasyim, Kamis (25/10/2012).
Berkaitan dengan kepemimpinan, Hasyim mengatakan ada empat faktor besar yakni shiddiq, amanah, tabligh dan fathonah. Artinya jujur, amanat (representatif), sosialisasi (ide-ide), cerdas dan kompeten.
"Tanpa komposisi empat hal tersebut maka keputusan-keputusan yang diambil belum tentu berisi hikmah," katanya.
Dia menambahkan apabila pengelolaan alam dan tata kemasyarakatan selaras dengan prinsip-prinsip tuntunan Allah meskipun belum sempurna, tetap akan melahirkan negeri yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.
"Kami berharap bisa menghindari segala hal yang dilarang Allah karena pada akhirnya bila menerjang larangan tersebut hanya akan menyengsarakan diri dan masyarakat kita," pungkas Hasyim.
Sementara Suryadharma Ali dalam sambutannya mengatakan tanpa membedakan strata sosial dengan mengenakan pakaian ihram, umat Islam berkumpul saat wukuf di padang Arafah untuk berdoa.
"Mari kita jadikan momentum wukuf ini menjadi sarana meningkatkan iman dan taqwa," katanya.
Seusai khutbah wukuf dilanjutkan salat dhuhur dan asar yang dijamak dengan imam KH Mas Subadar dari Pasuruan.
(bgk/rmd)










































