"Ada SMS palsu yang tidak bisa dipertanggunjawabkan berisi ancaman teror bom di SMP 1 Sambelian Lombok Timur. SMS tersebut mengatakan bahwa sebentar lagi ada bom meledak di sekolah itu," kata Kabagpenum Polri, Kombes Agus Rianto, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (25/10/2012).
Agus mengatakan guru yang menerima sms itu segera melaporkan ancaman tersebut ke Polsek dan Polres setempat. Tidak lama, tim Gegana Polda NTB melakukan penyisiran di kawasan sekolah.
"Setelah dilakukan pemeriksaan intensif baik di lingkungan sekolah tidak ditemukan benda mencurigakan di SMP tersebut," jelasnya.
Agus mengatakan pihak kepolisian mengapresiasi langkah pihak sekolah yang sigap melaporkan adanya ancaman teror bom dan memperkecil kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Saat ini polisi masih terus melakukan pemeriksaan terkait pengiriman SMS yang meresahkan tersebut. Agus mengatakan, kemungkinan pengirim SMS menggunakan nomor sekali pakai.
"Sudah melakukan upaya pelacakan, nomor sudah terima, tapi memang ada kalanya ini sistem sekali pakai buang untuk menghilangkan jejak yang ada di nomor tersebut," jelasnya.
Β
Ancaman teror bom tersebut terjadi, Rabu (24/10) kemarin, sekitar pukul 08.40 WIT. Peneror menggirimkan pesan singkat kepada salah seorang guru bernama Ayu.
(ahy/rmd)











































