Dahlan menegaskan tidak merasa sedang 'digoyang' DPR. "Ya Ngak lah (digoyang DPR)," kata Dahlan ketika ditemui usai Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (25/10/2012).
Bahkan ia menanyakan kembali media mana yang menyebutkan ia digoyang. Seperti diketahui Dahlan merupakan salah satu pengusaha di bidang media massa. "Di media-Ku merasa digoyang DPR? Media-Ku apa ya?," ucap Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapa yang mau goyang Dahlan, ini saya bacakan salah satu media yang menuliskan kalau pemanggilan Dahlan ke Komisi VII merupakan upaya penggoyangan dirinya sebagai Menteri BUMN," ujar Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PAN, Alimin Abdullah, dalam rapat kerja Komisi VII, Rabu malam (25/10/2012).
Menurut Alimin, pemintaan klarifikasi temuan BPK ini kepada Dahlan merupakan permintaan verifikasi sebagai mantan Dirut PLN, bukan sebagai Menteri BUMN.
"Temuan BPK yang diaudit 54 auditor dengan biaya Rp 2 miliar lebih, menemukan kerugian Rp 37 triliun pada 2009/2010 dimana saat itu PLN dipimpinnya, kita cuma minta verifikasi, kenapa bisa rugi sebanyak itu, kenapa negara bisa rugi segede itu melibihi kerugian negara terhadap Century, tapi kebetulan saat ini Dahlan menjabat sebagai Menteri BUMN, jadi tidak ada hubungannya goyang-menggoyang," tandas Alimin.
(rrd/van)











































