"Masih ada juga yang belum terdata hingga rapat selesai ini," ujar Rafi, petugas finger print di depan ruang rapat paripurna, gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/10/12).
Rafi mengatakan langkah selanjutnya adalah petugas absensi finger print akan mendatangi fraksi-fraksi di DPR dan mendata sidik jari para anggota dewan yang belum masuk di basis data perangkat absensi baru ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum rapat paripurna dimulai pagi tadi, data sidik jari yang kurang ada sebanyak 68. Namun hingga rapat berakhir hanya didapatkan 13 data sidik jari baru sehingga masih ada 55 sidik jari anggota dewan yang kurang.
Rafi menambahkan perangkat finger print ini baru resmi akan digunakan untuk absensi rapat paripurna pertama setelah masa reses yaitu tanggal 19 November mendatang.
"Nanti baru dipakai buat absen 19 November," imbuhnya.
(tor/tor)










































