Bukan Jokowi bila tidak pandai melempar joke. Saat mengumpulkan para camat dan lurah se-DKI Jakarta, Jokowi tak henti-hentinya melemparkan canda untuk mencairkan suasana.
"Saya minta tersenyum semuanya. Jangan tegang. Saya lihat tegang semuanya. Saya tidak akan marah hari ini," begitu Jokowi membuka sambutannya di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2012).
Jokowi berpidato sekitar 15 menit, berakhir sekitar 11.30 WIB. Dia mengenakan kemeja batik coklat lengan panjang. Dia didampingi oleh Wagub Ahok dan Sekda Fajar Panjaitan. Sedangkan hadirin terdiri dari camat 44 orang dan lurah 267 orang. Semuanya mengenakan batik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak ingin bicara banyak. Yang kemarin (sidak) saya nggak ada urus. Sudahlah. Tapi ke depan, saya pengin semuanya punya visi yang sama. Jadi jangan takut yang kemarin saya kunjungi jadi nggak nyenyak tidur. Tidurlah yang nyenyak," kata Jokowi dengan gaya khasnya yang kalem. Pidato ini disambut tawa kecil hadirin.
Seperti diketahui, pada Rabu 24 Oktober, Jokowi mengadakan sidak ke 9 tempat selama 6 jam. Lokasi pertama yang menjadi sasaran Jokowi adalah Puskesmas Paseban Jalan Kramat Sawah, Jakarta Pusat. Dari Puskesmas Paseban, Jokowi langsung meluncur ke Puskesmas Sentiong Jalan Kramat Sentiong Jakarta Pusat. Lalu ke Pasar Inpres Senen, Jakarta Pusat. Di pasar tersebut Jokowi sempat berbincang dengan beberapa pedagang dan pengelola pasar.
Lalu Jokowi menuju ke Dinas Perdagangan, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat. Lantas dia melanjutkan perjalanan ke Pintu Air Manggarai. Terakhir, Jokowi meluncur ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sedang hari Selasa dan Senin, Jokowi sidak ke kantor kelurahan dan kecamatan. Di sini Jokowi melihat loket pelayanan masyarakat ada yang belum buka meskipun stafnya menyatakan bahwa pelayanan telah siap. Bahkan beberapa staf belum di tempat saat diabsen termasuk pimpinannya.
(nrl/nwy)











































