Rizki yang mengenakan kaos merah dan bercelana panjang hitam terus memegangi baju di lengan kiri agar tak mengenai lukanya.
Ia didampingi sang ayah, Musa (39), melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Mapolres Jakarta Timur, Jakarta, pada Rabu 24 Oktober pukul 23.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia dianiaya Yopi di pinggir Jalan Basuki Rahmat, tepatnya di bawah kolong Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur.
"Waktu itu, anak saya lagi berjalan di pinggir jalan yang mengarah ke Tebet tersebut. Dia dipanggil sama Y (Yopi). Dia disuruh beli pulsa, tapi anak saya sudah nyari, toko pulsanya tutup semua, pas balik Y marah," ujar ayah korban, Musa, saat ditemui di depan Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Jakarta Timur.
Menurut Musa, Yopi tega melakukan perbuatan itu karena sedang mabuk bersama teman-temannya. Musa berharap Yopi ditindak tegas oleh aparat kepolisian.
"Saya yang kaget mendengar tangisan anak saya langsung, mencoba menenangkan dirinya, dia (anaknya-red) bilang dipukul oleh Y," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Rizki mengaku dipukul Yopi memakai balok.
"Karena tutup semua saya kembali lagi ke sana tiba-tiba dipukul, ditendang. Sakit," ujar bungsu dari empat bersaudara yang juga putus sekolah sejak kelas lima SD itu.
(edo/aan)











































