Parpol Diminta Beri Karpet Merah Bagi Menteri Potensial dalam Pilpres

Parpol Diminta Beri Karpet Merah Bagi Menteri Potensial dalam Pilpres

M Iqbal - detikNews
Kamis, 25 Okt 2012 07:19 WIB
Jakarta -

Sejumlah menteri non-Partai seperti Dahlan Iskan, Agus Martowardojo dan Gita Wirjawan disebut tengah digoyang partai kelas menengah karena dianggap bisa 'merebut' pos cawapres dalam Pilpres 2014. Pengamat politik LIPI, Siti Zuhro, menilai partai politik justru seharusnya memberikan karpet merah bagi menteri potensial untuk maju dalam Pilpres.

"Aneh banget kalau mereka (Dahlan Iskan, Agus Marto dan Gita) digoyang, hanya karena ada potensi dicalonkan dalam pilpres 2014. Nggak boleh begitu, kinerjanya mereka sangat amat bagus. Demokrasi itu membolehkan kontestansi bagi mereka dalam Pilpres," terang Siti Zuhro kepada detikcom, Rabu (23/10/2012).

Menurutnya, Presiden SBY memilih menteri-menteri itu kerena berbasis kinerja, maka menjadi wacana yang aneh jika menteri-menteri non-partai digoyang hanya karena ada pootensi dicalonkan sebagai cawapres dalam Pilpres 2014. Justru partai politik harus memberikan karpet merah bagi kontestansi mereka dalam Pilpres.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin mereka dipilih atas pilihan pak SBY untuk orang-orang potensial non-partai menduduki kementerian atau pembantu menteri yang berbasis kinerja. Jangan hanya karena berpotensi diwacanakan itu (dievaluasi/digoyang), itu bukan seorang pemimpin. Pemimpin (parpol) itu harusnya memberikan karpet merah bagi kontestansi," ungkapnya.

"Ya tentu ini bentuk kekhawatiran, panik partai politik. Level pak SBY itu sudah seorang pemimpin, kalau gaya pak Harto (Soeharto) memang tidak boleh ada matahari kembar siapa yang kembar dihabisi, itu mungkin represif. Tetapi di era demokrasi sekarang ini ada dualisme aktor itu wajar artinya calon bisa dari berbagi kalangan," lanjut Siti.

Lebih jauh ia menuturkan, meskipun menteri non-partai memiliki potensi untuk dicalonkan, belum tentu juga mereka mau untuk dicalonkan. Karena kinerja mereka yang dianggap mencuri rakyat memang berbasis kinerja bukan pencitraan.

"Ya mereka (menteri) belum tentu juga mau dicalonkan, jadi nggak perlu harus mewacanakan evaluasi, atau digoyang, jadi lucu. Justru pilkada DKI menunjukkan dominasi partai itu batal demi hukum, kalau rakyat nggak memilih mau apa?" kritiknya.

"Masyarakat sudah memiliki parameter untuk pemimpin dalam pemilu 2014, kalau mereka (parpol) memaksakan kehendak, rakyat juga punya kehendak. Ini saatnya bangkit dan rakyat butuh pemimpin yang sesuai kehendak mereka. Nanti kita lihat saat pileg model pemimpin seperti apa yang dipilih," imbuhnya.

Sebelumnya, politisi PKS Refizal menilai bahwa PKS meminta agar Menteri BUMN Dahlan Iskan dievaluasi kinerjanya sebagai menteri karena dianggap lebay. Namun pernyataan ini buru-buru dikoreksi oleh ketua fraksi Hidayat Nur Wahid bahwa kinerja Dahlan justru harus dieparesiasi.

Wacana kemudian bergulir dari anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul, menurutnya sejumlah parpol kelas menengah tengah menggoyang sejumlah menteri. Tak hanya Meneg BUMN Dahlan Iskan, ternyata Menkeu Agus Martowardojo, dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan juga digoyang politisi DPR.

"Mau Pak Dahlan, Pak Gita, mau Pak Agus Marto, saya lihat akhir-akhir ini kenapa para parpol yang ada fraksinya di DPR mereka suka menolak tiga tokoh ini semua karena kalah sebelum sebelum berperang," kata Ruhut Rabu kemarin.

(gah/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini