Kemacetan itu dipicu perbaikan drainase yang dilakukan pemerintah setempat. Sejak pagi, Rabu (24/10/2012) pekerja membongkar separuh badan jalan dan berupaya membuat riol baru.
Jalan yang memang sudah kecil, semakin kecil akibat perbaikan ini. Hanya kendaraan jenis mobil dan sepeda motor yang bisa lewat, sementara kendaraan besar seperti truk dan bus tak bisa lewat.
Truk-truk dari Sumut yang pembawa sembako, bahan bakar dan komiditi menuju Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Gayo Lues, Aceh, itu terpaksa bertahan di lokasi. Kondisi serupa juga terjadi dari arah sebaliknya karena tidak ada jalur alternatif.
Kepala Satuan Lalu Lintas, Polres Karo, AKP Radu Sembiring menyatakan, petugas sudah berjaga sejak pagi karena masalah jalan ini.
"Anggota di lokasi, mengatur lalu lintas. Tadi sore, jalur yang rusak itu sudah mulai bisa dilalui truk," kata Sembiring.
Kerusakan jalan di kawasan perbatasan Sumut dan Aceh yang berada di Kabupaten Karo ini sudah sering terjadi. Pekan lalu ada truk terjebak di jembatan yang ambruk karena sudah rusak berat. Jalur yang merupakan jalan negara ini juga jarang diperbaiki kendati kondisinya rusak parah.
(rul/)











































