Kabareskrim Polri: Arman & Martinus Adalah Korban Bom
Selasa, 14 Sep 2004 09:00 WIB
Jakarta - Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Suyitno Landung membenarkan telah diidentifikasinya dua potongan tubuh dari pengeboman di depan Kedutaan Besar Australia yang diteliti Tim Disaster Victim Identification RSKP Sukanto. Keduanya dikenali sebagai Arman Saputra (24) dan Martinus Sitania (29)."Jadi dua sudah dikenali, tapi jangan buru-buru ini tersangka. Dua ini termasuk korban. Tersangka pelaku dalam mobil box, (tubuhnya) hancur berkeping-keping," jelas Suyitno kepada detikcom, Selasa (14/9/2004) pagi.Menurut Suyitno, penyidik Mabes Polri masih terus melakukan pencocokan DNA (deoxyribose-nucleic acid) dari potongan-potongan tubuh yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). Potongan-potongan tubuh dimaksud berasal dari mobil box Daihatsu Zebra yang digunakan pelaku bom bunuh diri.Hingga kemarin ada 117 potongan tubuh kecil-kecil yang dikumpulkan polisi dalam rangka pencocokan DNA ini. "Yang di dalam box itu kan hancur berkeping-keping. Saat ini jumlahnya 117 potongan tubuh, tapi tiap hari bertambah," jelas Suyitno.Ditambahkan Suyitno, yang dicocokkan DNA-nya itu berasal dari potongan tubuh di luar yang telah teridentifikasi. "Itu bukan bagian dari dua potongan yang relatif besar dan relatif lengkap, yang telah direkonstruksi dan teridentifikasi sebagai dua korban, Arman dan Martinus."Potongan-potongan tubuh yang masih dicocokkan DNA-nya itu milik berapa orang? Menurut Suyitno hal itu belum bisa dipastikan. "Itu yang kita belum tahu. Bisa satu, dua, atau tiga. Kita masih lakukan penyelidikan."Ditanya tentang inisial tersangka S, A, K sebagimana diberitakan media massa, Suyitno menolak mengkonfirmasinya. "Inisial itu darimana saya tidak tahu. Memang dari keterangan tersangka yang sudah tertangkap ada tiga yang belum tertangkap dan siap melakukan bunuh diri. Ini masih kita lakukan pencocokan DNA dengan sampel dari keluarga," jelasnya.Untuk diketahui, dua tubuh korban yang telah teridentifikasi tersebut, Arman Saputra (24) dan Martinus Sitania (29), memang sudah dicari-cari oleh keluarganya. Arman adalah warga Cipinang Muara, Jakarta Timur, dan Martinus adalah warga Sukmajaya, Depok. Sesuai data keluarga masing-masing, Arman bekerja di PT Bhakti Karsa Putra dan Martinus bekerja di CV Tirta Agung. Saat kejadian Martinus tengah dalam perjalanan menyetorkan giro ke BCA Kuningan, sedang Arman tengah menjalankan tugasnya sebagai kurir.Sebelumnya di RSKP Sukanto telah diidentifikasi korban bernama Suyatno. Korban yang pertama kali dikenali karena potongan tubuhnya relatif utuh ini sudah dibawa pulang oleh keluarganya. Saat kejadian Suyatno (31) tengah melintas di jalur lambat dengan mengendarai sepeda motor dan memboncengkan Rina Dewi Puspita (19), juga korban tewas.
(gtp/)











































