"Setelah masuk tahap rehabilitasi kini pasien boleh dijenguk, tetapi nanti kita akan berikan pembekalan kepada pihak keluarga," ujar Direktur Umum Rumah Sakit Ketergantungan Obat Laurentius Pangabean usai melakukan konferensi pers di kantornya Jl. Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (24/10/2012).
Laurentius menjelaskan selama proses Detoksifikasi pihaknya memang tidak mengizinkan pihak keluarga atau kerabat untuk menjenguknya.
"Kemarin ketika proses detoksifikasi kami tidak mengizinkan pasien untuk dijenguk, soal ditakutkan nanti kalau pihak keluarga melihat kondisi pasien saat proses detoksifikasi dapat mempengaruhi kondisi pikiran pasien," jelasnya.
Laurentis menjelaskan selama menjalani perawatan, pasien masih kerap mendengar bisikan-bisikan ditelinga atau halusinasi. Ia menambahkan dalam dunia kesehatan jiwa, hal ini dapat dikategorikan sebagai gangguan.
"Hanya saja sementara ini dia sudah bisa mengendalikan suara-suara itu. Bagi dia itu dunia tersendiri yang selalu dinikmati olehnya," ujarnya.
Laurentius menjelaskan walaupun masih mengalami halusinasi suara, pasien sudah lebih baik. Ia menambahkan pihak rumah sakit akan menjaga proses kondisi kejiawaan pasien agar tetap stabil.
"Prosesnya lama bisa sampai dua bulanan lebih," tandasnya.
(edo/ega)











































