Menurut pengamat politik yang juga Dirut lembaga survei Indo Barometer, M Qodari, gaya kepemimpinan Jokowi yang santai terbukti diterima di Jakarta yang mayoritas merupakan masyarakat kelas menengah. Fenomena ini belum tentu terjadi di Pilkada lain di Indonesia, apalagi sampai Pilpres 2014.
"Sementara ya kita hanya bisa mengatakan fenomena ini terjadi di Jakarta. Dari survei kan memang dukungan kelas menengah kepada Jokowi sangat besar. Dan Jokowi menang di Pilgub DKI karena memang di Jakarta kelas menengahnya banyak," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dugaan saya di Jawa Barat itu berbeda dengan DKI. Karena kelas menengah di Jawa Barat sama dengan di Jawa Tengah tidak sebanyak di DKI," ujar Qodari menganalisa.
Qodari menduga 'Jokowi style' belum bisa menarik banyak pemilih di tingkat nasional. Menurut dia, di tingkat nasional, sebaran pemilih lebih merata. Pemimpin di tingkat nasional harus punya karakter yang lebih kuat daripada gaya kemepimpinan Jokowi.
"Dari data yang ada, secara nasional figur seperti Jokowi ini belum mendapat dukungan yang besar. Di tingkat nasional, survei yang dilakukan menunjukkan orang yang berprestasi dan bersih seperti Sri Mulyani masih kecil popularitasnya. Jadi belum bisa disimpulkan fenomena Jokowi ini mempengaruhi perpolitikan nasional," tegasnya.
(van/ndr)











































