Namun sayangnya belum digarap serius. Jamaah haji dari Indonesia dapat menjadi duta tidak resmi untuk memasarkan produk-produk pertanian dan makanan yang khas Indonesia.
"Jamaah haji yang ratusan ribu itu dapat menjadi duta pangan tak resmi terutama dalam memasarkan produk-produk pangan Indonesia," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron kepada wartawan di Arab Saudi, Rabu (24/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, anggaran-anggaran kementrian untuk melakukan pameran produk Indonesia terutama yang berbasis hasil sumber daya alam bisa dialihkan untuk membantu program pemasaran. Selama ini pameran yang diikuti hanya bersifat promosi dan tidak banyak yang dijual.
"Bila swasta belum mampu, pemerintah minimal bisa membantu melalui kementrian perdagangan. Harus diingat orang Indonesia yang bermukim di Arab Saudi juga banyak selain jamaah pada musim haji," katanya.
Dia mencontohkan salah satu produsen mie instan dari Indonesia berhasil menembus pasar Timur Tengah khususnya Arab Saudi.Meski jumlahnya belum banyak, namun dengan adanya label berbahasa Arab di setiap produk mampu memperkenalkan produk Indonesia di Arab.
"Produk tersebut membawa nama Indonesia dan bisa meningkatkan nilai produk Indonesia di luar negeri. Orang-orang Arab Saudi juga sudah familiar dengan produk mia asal Indonesia," kata politisi Partai Demokrat itu.
Dari pengalamannya lanjut Herman, orang asing lebih menyukai produk pertanian dan pangan dari Indonesia karena selain rasanya enak, kandungan gizinya juga terbukti lebih tinggi.
"Ini terbukti kok beberapa produk pertanian Indonesia memiliki kandungan gizi, vitamin dan mineral lebih tinggi dari produk sejenis dari negara lainnya," pungkas dia.
(bgs/mpr)











































