"Persiapan dilakukan dua hari. Lalu, Sabtu (20 Oktober) pagi sekitar pukul 06.00 WIB mematikan saklar listrik dan masuk dari jendela," kata Isak di Mapolrestabes Semarang, Jl dr Sutomo, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (24/10/2012).
Setelah berhasil masuk ke ruangan brankas, Isak menggergaji gembok dan membawa lari uang tersebut. "Setelah itu panel listrik, saya nyalakan lagi," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk persiapan nikah empat tahun lagi. Untuk beli viagra Rp 900 ribu, untuk cincin Rp 900 ribu," tutur Isak.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Elan Subilan, mengatakan pembobolan brankas baru diketahui hari Senin 22 Oktober lalu saat pemilik uang mengecek brankas dan melaporkannya ke Polretabes Semarang. Brankas itu milik Sarjono dan Puguh Priyambodo.
"Senin kita dapat laporan pencurian uang di brankas. Lalu, kami dari Polrestabes mendatangi TKP yang ada, bukti-bukti kita lihat dan ternyata ada kecurigaan kepada orang dalam," pungkas Elan.
Setelah memeriksa karyawan-karyawan Dinas Kesehatan Kota Semarang, diketahui Isak yang melakukannya karena ia tidak bisa menjelaskan asal uang yang ada di banknya yang mendadak bertambah puluhan juta.
"Tersangka masuk ke ruang brankas lewat jendela, lalu digeraji gemboknya. Tersangka matikan panel listrik untuk mematikan CCTV," ujar Elan.
"Uang sudah dipakai sekitar Rp 3 juta," imbuhnya.
Untuk masuk ke ruang brankas, lanjut Elan, awalnya tersangka meminta izin kepada petugas keamanan untuk membersihkan ruangan tersebut.
"Sabtu pagi dia masuk lalu meminta izin satpam untuk membersihkan ruangan," katanya.
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp 13,122 juta, buku tabungan BRI dengan saldo Rp 60,2 juta, sebuah gergaji, cincin emas.
"Dia mungkin kesulitan uang untuk memenuhi permintaan pacarnya," tutup Elan.
(alg/aan)











































