Shock & Trauma, Masinis KA Prameks Masih Dirawat di RS Bhayangkara

Shock & Trauma, Masinis KA Prameks Masih Dirawat di RS Bhayangkara

Edzan Raharjo - detikNews
Rabu, 24 Okt 2012 13:23 WIB
Shock & Trauma, Masinis KA Prameks Masih Dirawat di RS Bhayangkara
Jakarta - Taufik (30), masinis kereta Prambanan Ekspres (Prameks) dari Solo tujuan Kutoarjo masih dirawat di RS Bhayangkara, Yogyakarta. Dia masih dirawat karena shock.

"Masinis masih shock dan trauma," ujar dokter Titi Rahmah, Kasubdit Pelayanan Medis Kedokteran Kepolisian RS Bhayangkara kepada wartawan, di RS Bhayangkara, Jl Solo, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Rabu (24/10/2012).

Menurut Titi, Taufik mengalami luka di bagian dahi kanan. Dia mendapat 3 jahitan namun kecil.

"Kondisinya sekarang sudah membaik," kata Titi.

Sedangkan asisten masinis, Firman (22) juga masih dirawat di RS Bhayangkara. Firman mengalami cedera kepala ringan. Menurut Titi, Taufik dan Firman belum diperbolehkan pulang oleh dokter.

Sementara itu, selain Taufik dan Firman, ada 1 korban bernama Endri (30) yang masih dirawat di RS Bhayangkara. Endri saat ini sedang hamil 8 bulan. Endri tertindih saat kecelakaan pada Selasa (23/10) kemarin. Bahkan Endri mengaku sempat terjadi kontraksi. Namun setelah di-USG, bayi di kandungan Endri baik-baik saja.

Selain di RS Bhayangkara, ada 3 korban dirawat di RS Panti Rini, 1 korban dirawat di Yogya International Hospital dan 2 korban dirawat di RS Panti Rapih.

Kereta Prameks terguling di daerah Kalasan, Sleman, Yogyakarta, pada Selasa (23/10) sore. Menurut Humas PT KAI Sugeng Priyono, 40 orang luka-luka akibat insiden tersebut.

Akibat peristiwa itu, PT KAI menghentikan operasional kereta komuter tersebut. Alasannya, karena saat ini PT KAI hanya memiliki satu rangkaian KA Prameks yang layak dioperasikan.

PT KAI juga masih menyelidiki alasan tergulingnya kereta. PT KAI masih menunggu KNKT datang untuk mengetahui penyebab tergulingnya kereta.

(nwy/nwk)


Berita Terkait