Kondisi Bripda Rusliadi yang mengalami luka di punggung dan tangan kanannya akibat terkena ledakan tersebut kini perlahan membaik. Sebelumnya ia tidak dapat bergerak akibat lukanya saat dirawat di RS Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah, di Palu.
"Saat ledakan pertama, saya diperintahkan komandan saya untuk memeriksa kondisi pos, namun saat saya menelepon komandan, tiba-tiba ledakan dahsyat kembali terjadi, saya terlempar dan terluka di punggung dan tangan kanan saya, peristiwanya sendiri terjadi sekitar pukul 07.30 wita, senin pagi," ujar Rusliadi yang ditemui wartawan di ruang perawatan Merak, RS Bhayangkara, rabu (24/10/2012).
Selain Bripda Rusliadi, seorang anggota Satpam bernama Muhammad Akbar juga terluka saat melintas di pos Polantas Kasinfutu, yang jaraknya sangat dekat dengan rumah jabatan Bupati Poso. Bom yang meledak dua kali ini terdengar hingga radius 5 kilometer dan diduga berkaitan dengan aksi-aksi teroris di Poso.
(mna/ega)











































