"Mereka tokoh bangsa, punya dedikasi dan kemampuan. Tapi untuk menjadi capres, masih harus melalui sejumlah ujian," kata Sekjen PPP, Romahurmuziy, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (24/10/2012).
Pria yang akrab disapa Romi mengatakan ketiga tokoh itu saat ini terlalu menonjol sebagai seorang capres potensial. Kepemimpinan mereka juga masih perlu diuji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Romi juga membantah jika partai menengah yang ada di Senayan mencoba menjegal ketiga tokoh tersebut. Menurutnya, sebagai capres alternatif, ketiga tokoh itu justru akan dilirik oleh partai menengah.
"Buat apa dijegal. Justru partai menengah adalah pintu untuk calon alternatif. Karena partai besar sudah punya calon internalnya sendiri," imbuhnya.
Romi mengatakan, perpaduan antara tokoh populer dan partai menengah bisa mengalahkan capres dari partai besar.
"Saya berkali-kali tegaskan, modal capres adalah popularitas, modal parpol adalah elektabilitas. Harus saling melengkapi kalau mau kalahkan capres partai besar, bukan saling mematikan," tuturnya.
"Yang menghembuskan isu partai tengah mau jegal, justru karena kuatir partai tengah dan tokoh-tokoh alternatif akan bergandengan tangan," pungkasnya.
(tor/van)











































