Hakim Agung Gayus Lumbuun: Audit Keuangan MA!

Hakim Agung Gayus Lumbuun: Audit Keuangan MA!

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 24 Okt 2012 11:33 WIB
Hakim Agung Gayus Lumbuun: Audit Keuangan MA!
Jakarta - Praktik pengelolaan keuangan Mahkamah Agung (MA) yang tidak transparan diakui sendiri oleh hakim agung Prof Gayus Lumbuun. Bahkan dengan tegas dia meminta instansi di luar MA segera mengaudit keuangan MA.

"Perlu ada pengawasan eksternal terhadap kebijakan anggaran yang digunakan di MA. Kalau perlu diaudit," kata Gayus saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (23/10/2012).

Menurut Gayus, akar masalah tidak transparannya keuangan MA saat ini adalah pucuk pimpinan pengelolaan administrasi dan tata kelola MA di tangan Sekretaris yang dipegang oleh PNS. Hal ini mengakibatkan kebijakan keuangan MA banyak yang tidak transparan dan tidak membawa semangat jiwa hakim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"UU Kekuasaan Kehakiman menyebutkan MA mengatur secara mandiri dalam hal kebijakan amdministrasi dan keuangan. Selama ini Sekretaris MA dijabat oleh hakim, baru pada periode ini dipimpin oleh PNS," papar mantan anggota DPR ini.

Sebagai pemegang tata kelola keuangan, Sekretaris MA mengatur semua hal hingga masalah administrasi yang sepele. Sekretaris juga memegang peran yang vital karena terkait kebijakan anggaran dan alokasi anggaran kepada pegawai MA.

"Perlu segera dilakukan pembenahan untuk menghilangkan kesan hakim agung warga kelas dua di MA. Hal ini untuk membangun semangat kerja yang baik di kalangan para hakim agung dan PNS yang sesungguhnya kelompok eksekutif yang ditempatkan di wilayah kerja yudikatif," papar Gayus.

Jika hal ini terus dibiarkan, Gayus khawatir MA akan terpuruk. Sebab sejak dari zaman dahulu, Sekretaris MA biasa dipegang oleh hakim sehingga Sekretaris bisa memahami kemauan dan kebutuhan hakim untuk menunjuang kinerja.

"Kesan yang ada di MA, hakim agung yang merupakan organ utama di MA yang perlu dibantu oleh PNS eselon I dan II dan staf-staf yang notabene PNS itu hanya sebagai organ pendukung (auxiliary organ)," beber Gayus.

Secara sederhana, Gayus mempersilahkan publik membuktikan apa yang terjadi di MA. Contohnya ruangan Sekretaris MA jauh lebih besar dibanding ruang hakim agung. "Belum lagi fasilitas ruangannya," tandas Gayus secara blak-blakan.

(asp/nwk)


Berita Terkait