PT KAI: Bongkar Lapak PKL Tak Berhubungan dengan Pak Jokowi

PT KAI: Bongkar Lapak PKL Tak Berhubungan dengan Pak Jokowi

Septiana Ledysia - detikNews
Rabu, 24 Okt 2012 11:10 WIB
PT KAI: Bongkar Lapak PKL Tak Berhubungan dengan Pak Jokowi
Jakarta - Sekitar 150 petugas dari PT KAI, polisi dan Satpol PP dari kelurahan membongkar lapak pedagang kaki lima (PKL) di sisi rel kereta api Stasiun Duri Utara, Jakarta Barat. Namun aksi mereka bukan meniru Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi).

"Tidak ada hubungannya dengan Pak Jokowi. Kegiatan ini sudah bertahun-tahun. Ini kan memang sudah murni program PT KAI," ujar Humas PT KAI daerah Operasi I Mateta Rizalulhaq di Stasiun Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (24/10/2012).

Menurut Mateta, ada sekitar 200 lapak PKL yang dibongkar hari ini. Pembongkaran dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.30 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak ada perlawanan yang dilakukan PKL saat dagangannya dibongkar petugas. Menurut Mateta, Pemprov DKI sudah menyiapkan 3 lahan untuk PKL berjualan yakni kawasan Pasar Pekojan, Penjagalan, Jakbar, kawasan Pasar Perniagaan di Tambora, dan kawasan Pasar Mitra di Jembatan Lima, Jakbar.

Mateta menjelaskan, sisi rel stasiun bukan untuk berdagang. Untuk keselamatan penumpang, maka kawasan stasiun harus steril dari pedagang.

"Jadi ini untuk persiapan stasiun internasional. Jadi nanti seluruh stasiun harus steril untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat," kata Mateta.

Mateta menambahkan, Kamis (25/10) besok pihaknya akan melakukan pemagaran di sisi rel stasiun. Tujuannya agar PKL tidak kembali berjualan di kawasan berbahaya tersebut.

Suryo, PKL di sisi rel stasiun mengaku salah berjualan di kawasan tersebut. Namun dia mengaku belum mengetahui adanya pembongkaran sebelumnya.

"Saya sih memang tahu berjualan di sini salah. Kalau nggak boleh dagang ya pulang kampung saja," ucap Suryo.

Pantauan detikcom, lapak-lapal pedagang dibakar.

(nwy/nwk)


Berita Terkait