ANTV Layangkan Protes ke Kapolri Soal Penganiayaan Jurnalis di Samarinda

- detikNews
Rabu, 24 Okt 2012 03:01 WIB
Orang tak dikenal yang ikut terlibat dalam dalam bentrok mahasiswa-polisi di Samarinda (robert/detikcom)
Jakarta - Awak Redaksi ANTV melayangkan surat protes kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo terkait aksi kekerasan yang menimpa kontributornya, Asri Sattar, oleh orang tidak dikenal di Samarinda beberapa waktu lalu.

ANTV melalui Direktur News-CA, Sports & Corporate Communication, H. Azkarmin Zaini, menilai polisi melakukan pembiaran terhadap aksi kekerasan oleh preman terhadap kru ANTV saat itu usai meliput aksi unjukrasa mahasiswa di depan PN Samarinda, Senin (22/10).

"Padahal seharusnya polisi memberikan perlindungan kepada wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik," tegas Azkarmin dalam surat yang ditembuskan kepada kepada Presiden, Menkopolhukam, Ketua DPR, dan Dewan Pers, tertanggal 23 Oktober 2012, yang diterima detikcom, Selasa malam.

Di dalam surat bernomor 3481/DIR-NSC/X/2012 itu pun polisi didesak untuk segera menangkap pelaku kekerasan dan mengungkap identitasnya.

"Pelaku harus diproses sesuai hukum, karena tindakan kekerasan terhadap wartawan jelas melanggar Undang-Undang No 40/ 1999 tentang Pers. Menghalang-halangi tugas jurnalistik adalah kejahatan yang diancam dengan hukuman pidana," terang Azkarmin.

Azkarmin berharap dengan nota protes yang disampaikan tertulis ini kepolisian segera menindaklanjutinya. Ini dilakukan agar kekersan terhadap wartawan di dalam pelaksanaan tugas kejurnalistikan tidak terulang lagi di massa mendatang.

Berikut tiga poin lengkap yang disampaikan ANTV kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo:

Assalamualaikum. Wr. Wb

Bersama surat ini, kami menyampaikan beberapa hal terkait kasus pemukulan kontributor ANTV Asri Sattar di Samarinda, usai meliput aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Pengadilan Negeri Samarinda, Senin (22/10) kemarin, sebagai berikut :

1. ANTV mengecam keras tindakan yang dilakukan preman kepada kontributor ANTV Asri Sattar saat menjalankan tugas jurnalistiknya meliput aksi unjuk rasa mahasiswa di depan PN Samarinda.

2. ANTV menyesalkan sikap anggota Kepolisian di lapangan yang melakukan pembiaran terhadap aksi kekerasan oleh preman terhadap kontributor kami. Padahal seharusnya polisi memberikan perlindungan kepada wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

3. ANTV mendesak pihak Kepolisian segera menangkap pelaku kekerasan dan mengungkap identitasnya. Pelaku harus diproses sesuai hukum, karena tindakan kekerasan terhadap wartawan jelas melanggar Undang-Undang No 40/ 1999 tentang Pers. Menghalang-halangi tugas jurnalistik adalah kejahatan yang diancam dengan hukuman pidana.

Kami menyampaikan surat protes ini kepada Kapolri dengan harapan segera ditindak lanjuti agar kekerasan terhadap wartawan saat melakukan tugas jurnalistik tidak terulang di masa yang akan datang. Terima kasih.


Hormat kami,

H. Azkarmin Zaini
Direktur News-CA, Sports & Corporate Communications ANTV

Tembusan :

1. Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono
2. Menko Polhukam Bapak Djoko Suyanto
3. Ketua DPR RI Bapak Marzuki Alie
4. Dewan Pers
5. Kalangan wartawan


(ahy/ahy)