Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, dalam Workshop Meeting of Heads of Asian Productivity Organization di Sanur, Selasa (23/10/2012).
"Jadi kodisi ini sangat menyedihkan," kata Muhaimin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi terparah menurutnya banyak terjadi pada kampus swasta yang dikatakannya cukup meprihatinkan. "Kalau negeri masih lumayan, untuk itu perlu adanya perombakan total kurikulum pendidikan," imbuhnya.
Indikator lemahnya daya saing lulusan PT ini kemudian dia lengkapi dengan data yang dikutip dari World Economic Forum tahun 2012. Dalam data itu, menempatkan Indonesia pada peringkat 50 dari 144 negara dalam hal produktivitas warganya.
Sebagai solusinya, pihakya menawarkan agar ada perubahan kurikulum yang disesuaikan dengan tingkat kinerja kebutuhan persaingan global. Pihaknya juga meminta agar kampus memberikan materi soal produktifitas dari perencanaan hingga aplikasi ilmu-ilmu yang diajarkan.
(gds/ahy)











































