Dama Kusuma, salah seorang yang penumpang KA Prameks di gerbong keempat mengatakan, beberapa menit sebelum anjlok, ada benturan kecil terasa. Dia menduga, benturan itu berasal dari benda-benda di sekitar rel seperti baja dan pasir.
"Itu belum kerasa apa-apa dan kereta masih jalan," kata Dama kepada detikcom, Selasa (23/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu pintu terbuka, kami keluar. Ternyata gerbong depan terguling," ujarnya.
Selama 9 bulan naik kereta, Dama baru merasakan adanya gangguan seperti ini. Meski begitu, sejak beberapa bulan terakhir, frekuensi keberangkatan kereta Yogya-Solo memang berkurang.
"Ada beberapa jadwal yang dihilangkan, katanya ada perbaikan. Jadi sekarang keretanya lebih penuh," ungkapnya.
"Saya biasa naik pukul 05.15 pagi, sekarang jadwal itu batal," keluhnya.
Seperti diketahui, KA Prameks itu anjlok sekitar pukul 17.00 WIB. Informasi dari rumah sakit Panti Rini, ada sekitar 20 orang yang menjadi korban. Namun kondisi mereka belum diketahui sepenuhnya.
(mad/nwk)











































