"Kita sudah memeriksa 13 saksi. Proses hukum harus jalan terus. Kita minta pertanggungjawaban secara moril dan administrasi dari pihak rumah sakit. Dalam hal ini belum bisa ditemukan alternatif di mana pelaku melarikan diri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto.
Hal itu dikatakan Rikwanto di Markas Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah itu memungkinkan saja. Seperti mengaku keluarganya, bisa jadi sindikat yang melatarbelakangi," kata dia.
Sayangnya, RS Siti Zachroh itu tidak memiliki CCTV. "Tidak memiliki CCTV. Tentunya dari pihak Kemenkes harus mengevaluasi. Karena menimbulkan trauma yang berkepanjangan bagi orang tuanya," tegas dia.
Sebelumnya diberitakan, bayi yang baru berusia 4 hari diduga diculik perempuan berseragam perawat di sebuah RS di Tambun, Bekasi. Orang tua bayi itu pun mengadu ke Komisi Nasional Perlidungan Anak. Mereka berharap anak mereka bisa segera kembali dengan selamat.
Arist mengatakan Sifah (20) datang ke Komnas PA bersama suaminya, Jaja Nurdiansyah (31). "Mereka kemari untuk mengadukan masalah hilagnya bayi mereka di rumah sakit tersebut," imbuhnya.
Dituturkan Arist, Sifah masuk ke rumah sakit itu pada Rabu (12/9) pagi. Saat itu Syifah harus menjalani proses persalinan dengan operasi caesar. Setelah operasi berhasil, bayi Syifah ditempatkan di ruang bayi sedangkan ibunya di ruang perawatan.
Kemudian pada Sabtu (15/9/2012) kondisi Sifah berangsur membaik. Dia pun akan pulang bersama bayinya ke rumah. "Bapaknya sudah melunasi uang operasi dan perawatan mereka tinggal pulang saja," terangnya.
Keesokan harinya, bayi yang baru lahir itu dibawa ke ruang perawatan untuk bertemu dengan Sifah. Sifah pun bisa melihat bayinya. Kemudian karena ingin buang air kecil, Sifah menitipkan bayinya ke orang tua pasien bersalin yang satu ruangan dengan dirinya.
"Dia mau ke kamar mandi kemudian dititipkan sebentar. Kamar mandi itu juga ada di dalam ruangan," imbuh Arist.
Setelah keluar dari kamar mandi, bayi Sifah sudah tidak ada. Saat ditanya ke orang tua pasien itu, katanya ada suster yang membawanya karena akan diperiksa.
"Sifah tidak curiga karena memang ingin pulang jadi mungkin bayinya diperiksa kesehatannya dulu," lanjut Arist.
Kecurigaan Sifah mulai timbul saat melihat beberapa suster di ruang jaga terlihat kebingungan karena tidak mendapati bayi Sifah. Bahkan ditunggu sampai sore, bayinya tak kunjung ditemukan.
"Akhirnya keluarga ini melapor ke polisi," ucap Arist.
Setelah beberapa waktu ditemukan pula seorang bayi di pinggir jalan di kawasan Cikarang Utara. Sifah dan Jaja menduga itu kemungkinan bayi mereka dan minta kepolisian melakukan tes DNA.
Ternyata DNA sang bayi dengan DNA Sifah dan Jaja tidak cocok. Bayi Sifah dan Jaja yang belum ditemukan.
(nwk/mad)










































