Bentrokan itu terjadi, Selasa (23/10/2012) siang di Desa Banyumas, Kecamatan Stabat, Langkat. Bermula ketika ratusan pekerja PTPN 2 yang datang ke lokasi sengketa dengan menggunakan sejumlah truk. Mereka membawa kayu, batu serta sejumlah senjata tajam. Rencananya, mereka akan merebut kembali lahan yang dikuasai warga.
Warga penggarap yang berada di lokasi dan juga mempersenjatai diri, mencoba bertahan. Bentrokan tak terhindarkan. Saling lempar batu dan baku hantam menyebabkan kedua belah pihak menjadi korban, namun empat orang dari pihak perkebunan terpaksa dibawa ke rumah sakit karena luka yang cukup serius. Masing-masing, Jainuddin (52), Surianto (37), Sutrisno (42), dan Anto (47).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga penggarap yang kalah jumlah kemudian memilih meninggalkan lokasi. Momen ini dimanfaatkan massa perkebunan untuk membakar pondok-pondok yang selama ini dijadikan posko oleh warga. Tak lama kemudian, polisi anti huru-hara dari Polres Langkat tiba di lokasi untuk mengantisipasi bentrokan lanjutan.
Sengketa lahan antara warga dengan pihak PTPN 2 sudah berlarut-larut sekian lama. Warga mengklaim areal seluas 70 hektar yang kini dikelola PTPN 2 merupakan lahan warga yang dirampas di masa silam.
(/)











































