Wakil Ketua DPR RI M Anis Matta meminta Panja Hambalang di Komisi X untuk terus mengkritisi atas berlarut-larutnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyerahkan hasil audit terkait proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang. BPK tetap memiliki tugas dan tanggung jawab untuk segera menyerahkan laporannya atas hasil audit proyek Hambalang.
"Saya kira proses ini masih berjalan. Kita biarkan dulu proses ini berjalan sambil Komisi X yang terkait memantau persoalan ini. Saya lebih suka menyerahkan permasalahan ini ke Komisi X untuk mereka tangani. Karena jika seperti ini, saya merasa ada kesan politisasi baik dari dalam BPK maupun dari luar terhadap masalah ini," ujar Anis Matta di sela-sela Rapat Paripurna DPR, Selasa (23/10).
Anis juga mengkritisi pernyataan anggota BPK Taufiequrrachman Ruki soal adanya tekanan dari pihak tertentu untuk penanganan audit proyek Hambalang, meski kemudian diklarifikasi. "Yang jelas, apa yang dilakukan beliau (Ruki) itu tidak lazim. Tapi saya lebih suka menyerahkan persoalan ini kepada Komisi X," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang tampak seperti itu, tapi kan kita tidak tahu sebenarnya seperti apa. Saya tidak berani menjustifikasi terlalu jauh juga karena tidak tahu kebenarannya seperti apa," tegasnya.
Kata Anis, terlepas dengan polemik yang terjadi di internal BPK sendiri, BPK tetap memiliki tugas dan tanggung jawab untuk segera menyerahkan laporannya atas hasil audit proyek Hambalang. Mengingat permintaan audit telah diajukan DPR lebih dari enam bulan lalu.
"Kita tidak bisa menyatakan meragukan ataupun juga percaya, kecuali kita telah melihatnya secara langsung. Prosesnya masih berjalan, tidak banyak hal yang bisa kita lakukan kecuali kalau kita melihatnya secara langsung. Cuma saya kira yang jelas bahwa tindakan dari BPK ini jelas melahirkan dampak politisasi terhadap masalah ini," pungkasnya.
(nwk/nwk)











































