"Ya ini memang kekeliruan, yang lalu memang perlu diperbaiki dan benahi. Ya di Marunda mau tidak mau terpaksa untuk memperbaiki karena sudah ada 26 blok, 19 masih kosong dan itu rusak semua harus diperbaiki dan perlukan uang tidak sedikit," kata Jokowi di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Selasa (23/10/2012).
Jokowi berharap Inspektorat Jenderal Pemprov DKI segera turun untuk mengusut mangkraknya rusunawa Marunda ini. Jika ada kerugian, ia berharap bisa segera diperbaiki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Pemprov DKI akan segera memperbaiki infrastruktur rusunawa ini. Selain dari dana APBD, Pemprov DKI juga akan menggandeng program corporate social responsibility (CSR) perusahaan.
"Marunda akan diperbaiki, tapi itu belum diserahkan ke Kementerian PU dan Perumahan Rakyat," jelas Wakil Gubernur (Wagub) DKI Basuki Tjahaja Purnama, Minggu (21/10) lalu.
"Minimal sebelum penyerahan harus ada surat keterangan pinjam pakai dulu. Karena kan masih ada sertifikatnya, masih ada IMB, macam-macam kan. Jadi pakai surat keterangan pinjam dulu, nanti kami bisa keluarkan dana APBD. Selain itu, kita sedang cari CSR-CSR dari perusahaan untuk membantu. Tapi kalau menunggu Menpera keluarkan dana, masih harus menunggu tahun depan," kata pria yang akrab disapa Ahok ini.
(mok/nwk)










































