Lembaga internasional yang memberikan apresiasi tinggi pada Lapas Narkotika Cipinang berasal dari United Nation Join Programme on HIV/AIDS (UNAIDS). Perwakilan dari organisasi non profit itu dihadiri oleh Michael Sidibe.
"Lapas narkotika ini adalah lapas modern menuju 0 persen penularan HIV dan 0 persen diskriminasi, ini merupakan hal yang sangat penting karena berimpilikasi baik di masa yang akan datang," kata Sidibe saat memberikan sambutan di Lapas Narkotika Klas IIA, Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (23/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sidibe, lapas narkotika di Cipinang layak dijadikan contoh bagi ruang tahanan lainnya. Secara detail, lapas tersebut memiliki sejumlah fasilitas yang menunjang program pencegahan HIV/AIDS.
"Dan saya juga membaca terkait lapas ini secara detail, saya tidak terkejut," pujinya.
Bambang Krisbano selaku Direktur Kesehatan dan Perawatan Narapidana dan Tahanan Ditjen PAS menambahkan, pihak UNAIDS ke Indonesia memang untuk melihat langsung program pencegahan HIV/AIDS di tahanan. Lapas-lapas di Indonesia sejak tiga tahun terakhir memang mampu menekan angka penularan virus mematikan itu.
"Tahun 2010 angka kematian karena HIV 204 orang. Tahun 2011 turun menjadi 131, sampai Mei 2012 meninggal hanya tiga," terang Bambang.
Kalapas Narkotika Cipinang, Tamrin Hutapea, menambahkan, angka pengidap HIV di Lapas juga terus menurun. Pada tahun 2009, ada 128 orang pengidap, kini hingga Mei 2012, hanya tersisa 60 pengidap HIV/AIDS.
"Meski kecenderungan penghuni Lapas naik. Namun angka pengidap HIV terus turun," ungkapnya.
(mad/mad)











































