Kezaliman Mulai Kronis, Agamawan Diminta Turun Gunung

Kezaliman Mulai Kronis, Agamawan Diminta Turun Gunung

- detikNews
Senin, 13 Sep 2004 21:23 WIB
Jakarta - Kezaliman di sektor kekuasan, baik kekuasan politik maupun modal, sudah mulai kronis. Para agamawan pun diminta turun gunung dan tidak hanya berkutat di ruang-ruang ibadah seperti masjid, vihara, dan gereja.Seruan ini disampaikan Ketua Pelaksana Harian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masdar Faris Mas'udi dalam acara selamatan Kerangka Kebersamaan Minimal (KKM) di Hotel Atlet Century Park, Jl. Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Senin (13/9/2004) malam.Acara ini dihadiri berbagai tokoh seperti Ketua PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif, intelektual Islam Azyumardi Azra, Koordinator Gowa Farid Faqih, Komaruddin Hidayat, Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshidhiqie, Todung Mulya Lubis, Rizal Ramli, Shalahudin Wahid, dan budayawan Taufik Ismail. Juga hadir tokoh-tokoh lintas agama seperti ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) pendeta Nathan Setiabudi, ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia Budi S Tanuwibowo, Bikshu Sukemo Mahatera (Budha), dan Ida Bagus Made Jayamarta dari Praja Niti Hindu Indonesia.Disampaikan Masdar, para agamawan harus turun gunung untuk membicarakan masalah pengangguran dan keamanan di negeri ini. Karena itu perlu diadakan peninjauan kembali ruang lingkup para agamawan yang biasanya hanya berkutat di ruang-ruang ibadah seperti masjid, vihara, maupun gereja."Karena kezaliman sudah mulai kronis terutama di sektor kekuasaan. Baik itu kekuasaan politik maupun modal. Agamawan yang hanya berdiam di ruang yang sepi merupakan agamawan yang tidak bertanggung jawab atas terjadinya kezaliman-kezaliman tersebut," katanya. Masdar juga menyampaikan bahwa kekuasaan yang diraih dengan tidak kejujuran dan kecurangan maka kekuasaan tersebut tidak akan berkah. Karena itu kepemimpinan yang akan datang harus menggarisbawahi perspektif moral dan etika. "Yang perlu diperhatikan dari capres bagi para pemilih adalah cara seseorang memperoleh kekuasaan tersebut. Siapapun yang terpilih nanti harus diterima secara ikhlas. Tetapi bila tidak menjalankan amanatnya para agamawan ini akan berada di garis terdepan untuk menuntutnya," katanya. (gtp/)


Berita Terkait