Kunjungi Lokasi Bom, Warga Ingin Berdoa untuk Para Korban

Kunjungi Lokasi Bom, Warga Ingin Berdoa untuk Para Korban

- detikNews
Senin, 13 Sep 2004 19:07 WIB
Jakarta - Ingin berdoa untuk para korban bom. Itulah antara lain alasan warga Jakarta melihat dari dekat lokasi ledakan bom di depan Kedutaan Besar Australia, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (13/9/2004) petang.Arif (56), misalnya, menyempatkan diri berdoa di depan foto mahasiswi STIE Perbanas yang menjadi salah satu korban tewas, Rina Dewi Puspita. Ia terlihat berjongkok, menangkupkan telapak tangan di dada, dan berdoa.Keluarga Rina? Bukan. Karyawan Reka Niaga Bersama, trading company yang beralamat di Tanah Abang, Jakarta Pusat ini bukan keluarga dari salah satu korban tewas bom Kuningan. "Saya ingin berdoa kepada korban-korban kebiadaban teroris," katanya.Arif, yang baru pertama kali datang ke lokasi kejadian, juga tertarik ingin melihat langsung dahsyatnya kejahatan teroris. "Ini mudah-mudahan yang terakhir dan tidak ada kejadian serupa," katanya.Tentang dugaan kelompok pelakunya, Arif ingin agar tidak diarahkan pada penganut agama tertentu. "Sebenarnya ajaran agama mana pun tidak ada yang mengajarkan kekerasan. Semuanya mengutamakan perdamaian."M. Tobing (35), seorang pengunjung asal Tebet, Jakarta Selatan, juga datang untuk menyampaikan iku berduka cita kepada para korban bom. "Duka cita sedalam-dalamnya untuk para korban bom Kuningan," ujarnya lirih.Pria yang berprofesi sebagai wiraswasta ini juga mengaku datang ke lokasi peledakan bom untuk memuaskan rasa ingin tahunya, melihat kondisi pasca ledakan.Akibat peristiwa ini Tobing mengaku khawatir jika datang ke gedung-gedung bertingkat di Jakarta. "Saya jadi takut kalau harus datang ke gedung-gedung bertingkat," ujarnya.Hingga hari keempat pasca ledakan --peristiwa pemboman terjadi pada Kamis (9/9/2004) pukul 10.30 WIB, memang masih banyak warga yang datang mengunjungi lokasi ledakan. Jumlah warga yang datang mencapai ratusan. Namun menjelang maghrib jumlah pengunjung berkurang banyak. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini