Surat Bunuh Diri, Petunjuk Baru Bom Kedubes Australia

Surat Bunuh Diri, Petunjuk Baru Bom Kedubes Australia

- detikNews
Senin, 13 Sep 2004 17:42 WIB
Jakarta - Sampai sekarang, polisi masih belum bisa menentukan siapa pelaku bom di Kedubes Australia, Kamis (9/9/2004) lalu. Namun, petunjuk kuat telah didapatkan polisi, yaitu adanya surat bunuh diri kepada orang tua yang mengaku kehilangan anaknya.Penemuan ada surat bunuh diri itu disampaikan Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar kepada wartawan seusai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Megawati bersama jajaran kemanan di Istana Presiden, Jakarta, Senin (13/9/2004).Menurut Kapolri, adanya surat bunuh diri itu diakui oleh salah seorang orang tua yang mengaku kehilangan anaknya. Orang tua tersebut, menduga anaknya ikut tewas dalam bom Kedubes Australia itu. Orang tua itu menduga jasad anaknya hancur menjadi potongan-potongan tubuh yang kini diperiksa di RS Polri.Sayang, Kapolri tidak mau menjelaskan siapa orang tua yang mengaku mendapat surat dari anaknya tentang keinginan bunuh diri itu. "Nantilah kita tak bisa sampaikan secara detail karena sampai sekarang belum ada kepastian. Sangat tergantung hasil tes DNA. Jadi hasil DNA akan menunjukkan kesamaan dan baru kita sampaikan," Kapolri.Sampai sekarang, setidaknya ada dua keluarga yang sudah menyatakan kehilangan anggota keluarganya. Kedua anggota keluarganya yang hilang itu adalah Martinus Sitania dan Arman Syahputra.Orang tua Martinus sudah bisa memastikan bahwa Martinus ikut menjadi korban tewas dalam ledakan bom itu. Mereka bisa memastikan setelah ada potongan jari yang terdapat cincin. Orang tua Martinus yakin sekali dengan cincin anaknya itu. Sedangkan Arman belum bisa dipastikan keluarganya.Belum diketahui, apakah ada keluarga lain yang mengaku kehilangan anak atau anggota keluarganya saat bom terjadi. Sejauh ini, Polri benar-benar masih menyembunyikan hal itu.Terhadap potongan-potongan tubuh itu, Polri melakukan tes DNA untuk memastikan identitas mereka. Dua keluarga Martinus dan Arman sudah diambil darahnya untuk dibandingkan dengan DNA pemilik potongan-potongan tubuh itu.Petunjuk baru lagi bagi polisi dalam kasus bom ini adalah telah diketahui chasis dan plat nomor mobil Daihatsu Zebra putih yang digunakan sebagai pembawa bom itu. Menurut keterangan salah seorang polisi, plat mobil itu adalah B 9065 NH.Polisi sudah memeriksa salah seorang yang pernah memiliki mobil itu berisial ES, warga Tambora, Jakarta Barat. Namun, ES mengaku sudah menjual mobil itu pada Maret. Polisi masih mencari siapa pemilik terakhir mobil boks tersebut. (asy/)


Berita Terkait