"Kita tidak bisa menghindari, negara kita dijadikan tempat persinggahan, sebelum tujuan selanjutnya. Kalau dibiarkan seperti ini jumlahnya dari waktu ke waktu semakin meningkat. Pertumbuhan manusia yang berminat ke Australia juga semakin meningkat," kata Amir.
Hal itu disampaikannya di sela-sela acara Penyuluhan Kebijakan Keimigrasian Terpusat (PKKT) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (23/10/2012). Acara ini digelar oleh Ditjen Imigrasi untuk dua hari ke depan, dalam rangka penyuluhan pada pembahasan pada perbaikan pelayanan keimigrasian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itulah yang dibahas kali ini. Mendeteksi dan menemukan titik-titik mana yang bisa membuka dan mengurai. Tidak bisa secepat membalik telapak tangan," papar Amir.
Meskipun begitu, kata Amir, kerja sama dengan Australia sejauh ini tidak ada persoalan. Kerja sama tersebut haruslah diterjemahkan dengan benar dan tidak mengusik kedaulatan Indonesia.
"Sejauh ini tidak ada masalah," terangnya.
(/asy)










































