Pantauan detikcom di ruang paripurna di Gedung Paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/10/2012), rapat penting yang membahas anggaran triliunan rupiah itu berlangsung panas. Usai Ketua Badan Anggaran (Banggar) Achmadi Noor Supit membacakan RAPBN 2013 interupsi langsung bermunculan.
Interupsi pertama datang dari Anggota Fraksi PDIP Arya Bima yang tak setuju jika RAPBN itu langsung disetujui. Dia meminta RAPBN itu diperinci dengan berbagai detail dan penjelasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Interupsi tersebut mendapat sambutan negatif dari anggota DPR lainnya yang kemudian bersuara meminta pembahasan diteruskan. Sedangkan Arya Bima terus meminta agar pimpinan sidang, Wakil Ketua DPR Anis Matta, tak meneruskan pembahasan.
Namun akhirnya pimpinan sidang meneruskan agenda dengan meminta pandangan fraksi. Semua fraksi kecuali PDIP setuju dengan RAPBN itu. Beberapa setuju dengan catatan.
Usai pandangan fraksi, Aria Bima meneruskan interupsi. Dia menilai pandangan fraksi tak sama dengan pandangan anggota. Menurutnya, keputusan mengenai RAPBN harus diambil dengan mekanisme voting.
"Anda baca itu MD3, di mekanisme kalau ada perbedaan pendapat maka harus divoting," ujar Aria Bima setengah berteriak.
Hal itu ditanggapi oleh banyak suara-suara anggota DPR yang lain yang meminta pembahasan dilanjutkan. Anis Matta menanggapi interupsi Aria Bima hanya dengan tawa kecil. Kemudian dia melanjutkan pembahasan dengan pandangan pemerintah.
(trq/mad)











































