5 Kejadian Unik Saat Debat Capres AS dari Masa ke Masa

5 Kejadian Unik Saat Debat Capres AS dari Masa ke Masa

Rachmadin Ismail - detikNews
Selasa, 23 Okt 2012 12:26 WIB
5 Kejadian Unik Saat Debat Capres AS dari Masa ke Masa
Telegraph
Jakarta - Debat calon presiden Amerika Serikat (AS) dari masa ke masa memang selalu menarik diikuti. Tak jarang, muncul pernyataan-pernyataan kontroversial yang mempengaruhi pemungutan suara.

Berdasarkan catatan Telegraph, sedikitnya ada lima momen menarik debat capres AS sejak era presiden John F Kennedy tahun 1960-an lalu. Berikut lima momen menarik tersebut:






John F Kennedy - Richard Nixon (1960)

Telegraph
Dalam sebuah tayangan debat pertama yang masuk televisi, senator John F Kennedy tampil memukau saat beradu dengan Richard Nixon. Kennedy dianggap memukau bukan karena pernyataannya, melainkan semata-mata soal penampilan fisik.

Di tayangan debat itu, Kennedy terlihat lebih baik dari segi pakaian dan fisik. Dia memakai make up, sementara Nixon menolak didandani. Jas biru tua yang dikenakan Kennedy juga tampak lebih cocok di tayangan televisi dibandingkan Nixon yang memakai jas abu-abu terang.

Usai acara debat tersebut, Kennedy langsung memimpin perolehan polling. Dalam debat berikutnya, Nixon mencoba memperbaiki penampilannya, namun tak bisa berbuat banyak.

Β 

Β 

Gerald Ford - Jimmy Carter (1976)

Telegraph
Momen paling aneh saat debat capres mungkin terjadi pada masa ini. Calon presiden AS incumbent Gerald Ford membuat sebuah pernyataan yang menjadi blunder di kemudian hari. Bahkan, statement-nya disebut-sebut sebagai penyebab kekalahannya dalam pemilu.

Pernyataan Ford tersebut dilontarkan saat menjawab pertanyaan tentang merebaknya pengaruh komunis di Prancis dan Italia. Kala itu, dia menjawab dengan tegas, "Tidak ada dominasi Uni Soviet di Eropa Timur, dan tidak akan pernah ada,"

Sang moderator pun bingung dengan pernyataan itu dan langsung meminta klarifikasi. Namun Ford tetap ngotot dengan pendapat awalnya. Dia bahkan menyebut negara-negara yang tergabung dalam Pakta Warsawa seperti Polandia dan Rumania terbebas dari pengaruh Uni Soviet.

Ronald Reagan - Jimmy Carter (1980)

Telegraph
Saat pemilihan presiden AS pada tahun 1980, hanya ada satu debat calon presiden. Ronald Reagan tampil memukau di depan kamera.

Awalnya, calon incumbent Jimmy Carter menyebut Reagan sebagai penentang undang-undang kesehatan. Namun serangan itu dibalas oleh Reagan dengan penuh percaya diri sambil berkata,"There you go again," sebelum mengeluarkan argumennya.

Hanya dengan satu frase itu, para analis politik menilai Reagan sudah memenangkan debat. Kalimat itu efektif membuat sang presiden terlihat kikuk dan mematahkan argumennya.

Ronald Reagan - Walter Mondale (1984)

Telegraph
Setelah sukses melawan Jimmy Carter pada tahun 1980, Ronald Reagan juga tampil memukau saat debat melawan Walter Mondale pada tahun 1984. Dia mampu menyihir para penonton dengan argumennya dan selera humor yang khas.

Ceritanya begini. Saat debat, Reagan berusia 73 tahun. Artinya, dia adalah kandidat presiden tertua sepanjang sejarah Amerika Serikat. Banyak orang meragukan kebugarannya dalam memimpin negara adidaya itu, terutama saat krisis.

Ditanya soal isu ini, Reagan malah menjawab santai. Dia menegaskan tak punya keraguan sedikit pun terhadap kesehatannya. Di sisi lain, dia juga berjanji tak akan menggunakan isu 'muda dan belum berpengalaman' pada lawannya.

Mondale, yang saat itu berusia 56 tahun, tak kuasa menahan tawa mendengar pernyataan Reagan. Dia pun berkata, "Itulah akhir kampanye saya".

Joe Biden - Sarah Palin (2008)

CNN
Tidak hanya pertarungan capres, debat calon wakil presiden pun menarik untuk diikuti. Salah satunya saat Joe Biden melawan Sarah Palin pada tahun 2008 lalu. Karakter Biden yang berpengalaman beradu dengan Palin yang relatif muda membuat suasana kontras.

Momen menarik terlihat saat keduanya muncul dan saling menjabat tangan. Suara keduanya sebelum debat terdengar jelas lewat mikrofon. Saat itu, Palin berkata pada Biden yang baru ditemuinya pertama kali, "Hey, bolehkah saya memanggilmu Joe?"

Merespons hal ini, Biden yang tampak berusaha sopan pun mengizinkannya.

Meski bukan sesuatu hal yang salah atau janggal, tapi momen itu lebih bertahan di benak pemirsa televisi dibandingkan dengan jawaban-jawaban mereka soal kebijakan negara.
Halaman 2 dari 6
(mad/nwk)


Berita Terkait