Selasa, Panwaslu Plenokan Kasus Kuis Mega Rp 14,1 M
Senin, 13 Sep 2004 14:30 WIB
Jakarta - Sampai sekarang, Panwaslu tinggal menunggu klarifikasi PT Indosat terkait kuis Mega Rp 14,1 miliar yang digelar Yayasan Investigasi Mediasi dan Monitoring (IMM). Rencananya, Panwaslu akan memplenokan masalah ini Selasa (14/9/2004).Hal ini disampaikan anggota Panwaslu Rozy Munir kepada wartawan di sela-sela seminar sehari 'Agama dan Kemiskinan' di Hotel Sari Pan Pacific, Jl. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (13/9/2004).Menurut Rozy, hampir seluruh BUMN yang menyeponsori sayembara bertajuk 'Indonesia Sukses' itu sudah diklarifikasi Panwaslu. "Yang belum diperiksa tinggal Indosat. Karena sampai sekarang belum datang. Rencananya, besok pagi baru datang," kata dia.Selain itu, kata Rozy, pihak Pertamina juga belum menjawab satu pertanyaan mengenai hal itu. "Dirut Pertamina masih di luar negeri dan baru pulang Selasa besok," ungkapnya.Dia berharap, Selasa besok, Panwaslu sudah berhasil meminta klarifikasi terhadap semua BUMN yang menyeponsori kuis itu. "Setelah semua diklarifikasi, yayasan maupun BUMN-BUMN, Selasa sore Panwaslu akan menggelar pleno," ujarnya.Dari hasil klarifikasi itu, kata Rozy, nasib sayembara itu, kemungkinannya hanya tinggal dua. "Kemungkinannya tinggal dua, ditunda atau dihentikan. Tapi, kita lihat saja besok," jelasnya.Berdasarkan hasil klarifikasi, semua bank yang disebut terlibat dalam sayembara itu belum menyerahkan uang sesen pun ke yayasan itu. "Hanya ada komiotmen lisan bahwa mereka menjanjikan Rp 4,7 miliar. Tapi itu langsung diberikan kepada pemenang dan bukan ke yayasan," ungkapnya.Mengenai apakah sayembara itu kampanye atau bukan, menurut Rozy, itu nanti yang akan diklarifikasi Panwaslu. Sampai sekarang, belum ada kesimpulan. Panwaslu juga masih akan meminta keterangan Departemen Sosial (Depsos)."Kita juga akan tanya ke Depsos apakah yayasan seperti IMM punya entitled untuk melangsungkan sayembara seperti itu dan bagaimana aturan mainnya," tegasnya.
(asy/)











































