Cari Pelaku Bom, Polisi Tes DNA Potongan Tubuh
Senin, 13 Sep 2004 12:05 WIB
Jakarta -
Mabes Polri masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelaku peledakan bom di depan Kedubes Australia, Jakarta. Polri sedang melakukan tes DNA terhadap potongan-potongan tubuh yang ditemukan di sekitar lokasi ledakan.Hal ini disampaikan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung kepada wartawan seusai menghadiri acara doa bersama di lokasi bekas bom di depan Kedubes Australia, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (13/9/2004).Dugaan polisi, bom di Kedubes Australia merupakan bom bunuh diri. Diduga pelaku peledakan ikut tewas saat ledakan terjadi dan mayatnya hancur. Potongan-potongan tubuh yang ditemukan aparat Polri di sekitar lokasi bom, diduga sebagai pelakunya.Dari berbagai potongan tubuh itu, Polri menduga, potongan-potongan tubuh itu terdiri dari dua orang. Namun, Australian Federal Police (AFP) menduga tiga orang. Sampai sekarang, polisi masih mengidentifikasi, siapa identitas korban dari potongan-potongan tubuh itu."Kita sedang menelusuri melalui DNA. Kita temukan potongan-potongan daging di lokasi, sudah kita kumpulkan dan ambil. Dengan metode DNA, mudah-mudahan nanti ada connect dengan darah pihak keluarga," Suyitno.Suyitno belum mengetahui kapan hasil tes DNA akan selesai dan diumumkan. "Ini proses memerlukan waktu. Saya harus bicara dengan fakta, karena dalam proses penyidikan, saya tidak boleh mengungkapkan hanya berdasar katanya," ungkap Suyitno.Sebelumnya, Suyitno pernah menyatakan, Polri sedang memburu tiga orang yang pernah dibaiat oleh Azahari dan Nurdin Moh Top untuk melakukan pengeboman. Informasi mengenai adanya tiga orang ini didapatkan berdasar pengakuan enam tersangka terorisme yang kini mendekam di tahanan Mabes Polri.Polri kini juga telah menghubungi pihak keluarga dari tiga orang yang diburu itu dan mengambil sampel darah mereka untuk keperluan tes DNA. Pihak keluarga sudah ada yang mengaku kehilangan anggota keluarganya.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































