Megawati: Bom Kedubes Australia Hambat Perbaikan Ekonomi

Megawati: Bom Kedubes Australia Hambat Perbaikan Ekonomi

- detikNews
Minggu, 12 Sep 2004 20:10 WIB
Salatiga - Terjadinya pemboman Kedubes Australia memang patut disayangkan. Selain membuat sejumlah nyawa melayang, pemboman Kedubes Australia juga menghambat agenda perbaikan perekonomian."Ekonomi yang sudah terlihat bangkit, akhirnya kacau lagi begitu ada insiden bom. Kita seperti memulai dari nol lagi untuk memperbaikinya," kata Presiden RI Megawati Soekarno Putri ketika memberi sambutan pada peresemian Ponpes Agro Nuur El - Falaq di Desa Pulutan Kec. Sidorejo Kab Salatiga, Minggu (12/09/2004).Untung saja, kata Mega, situasi pasar tidak terlalu reaktif. Situasi saham, investasi, dan harga barang cukup stabil beberapa hari setelah bom terjadi. "Hal itu menunjukkan adanya kepercayaan pasar terhadap pemerintah," katanya berkampanye.Dikatakan capres dari PDI-P ini, untuk menumbuhkan tingkat ekonomi masyarakat di masa datang, dirinya akan memfokuskan pembangunan pada bidang agro bisnis, perikanan, dan kelautan. Bidang-bidang itu akan dimaterialkan dalam Konferensi Asia Afrika yang akan digelar di Jakarta tahun depan."Kita ingin ada realisasi terhadap pasar di Afrika. Afrika Selatan selaku co-chairman diharapkan bisa menciptakan itu. Dengan demikian, ada distribusi pasar di antara kita dan negara-negara Afrika yang dapat meningkatkan produksi dan distribusi ekonomi di masyarakat," paparnya.Megawati tidak bicara panjang lebar dalam sambutannya di ponpes yang terletak sekitar 5 KM dari Kota Salatiga itu. Kebetulan, ia terlambat datang beberapa jam di lokasi dan masih harus menuju ke PT. Apac Inti Coorpora di Ungaran Kab Semarang. Sehingga ia pun tidak mau berlama-lama.Dalam kunjungannya ke Salatiga, Mega didampingi tiga menteri yakni, Menperindag Rini MS Soewandi, Menkes Sujudi, dan Menteri Perikanan dan Kelautan Rochimin D. Ia juga ditemani sejumlah anggota DPR RI, Gubernur Jateng Mardiyanto dan Ketua PWNU Jateng Muhammad Adnan. (fab/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads