Jurnalis Dianiaya OTK dalam Bentrokan Mahasiswa-Polisi di Samarinda

Jurnalis Dianiaya OTK dalam Bentrokan Mahasiswa-Polisi di Samarinda

Robert - detikNews
Senin, 22 Okt 2012 17:12 WIB
Jurnalis Dianiaya OTK dalam Bentrokan Mahasiswa-Polisi di Samarinda
Orang tak dikenal yang ikut terlibat dalam dalam bentrok mahasiswa-polisi di Samarinda (robert/detikcom)
Samarinda -

Demo mahasiswa dan polisi di Samarinda yang berujung bentrok, tidak hanya berakibat sejumlah mahasiswa terluka. Kontributor ANTV di Samarinda, Asri Sattar, ikut terluka lantaran dianiaya orang tak dikenal (OTK).

Insiden bentrokan antaran mahasiswa dan polisi, terjadi begitu cepat, Senin (22/10/2012). Mahasiswa diburu aparat kepolisian yang bersenjatakan rotan dan tameng.

Di lokasi terlihat mahasiswa dihajar OTK saat melarikan diri dari kejaran aparat kepolisian. Meski salah seorang mahasiswa sudah berada dalam pengamanan kepolisian, OTK ikut menghajar mahasiswa dengan memukulkan pecahan batu ke kepala mahasiswa tersebut. Melihat perlakuan itu, polisi tidak menangkap sang orang tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah, sudah. Tidak usah lagi (dipukul). Sudah kita amankan," kata aparat kepolisian kepada orang tak dikenal itu.

Belakangan diketahui, kontributor ANTV di Samarinda, M Asri Satta, ikut menjadi korban pemukulan TOK itu. Sejumlah wartawan dan pewarta foto, sempat mengabadikan insiden pemukulan oknum preman terhadap mahasiswa dan jurnalis televisi swasta itu.

"Saya dipukuli oleh orang-orang yang bukan polisi. Itu disaksikan polisi dan dibiarkan polisi," kata Asri saat memberikan pernyataan usai kejadian.

"Saya sempat diamankan polisi tapi kembali saya terus dipukuli orang-orang bukan polisi," ujar Asri.

Hasil visum CT Scan di RSUD Abdul Wahab Syachranie, tim dokter menilai Asri mengalami luka kepala di kepala, luka di telinga. Hasil CT Scan, menjadi bukti kuat.

"Saya masih ingat jelas siapa yang memukul saya. Saya minta aparat kepolisian menangkap pelaku," ujar Asri.

Sedangkan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kaltim Fitriansyah Adisurya mengecam aksi premanisme terhadap wartawan yang dibiarkan oleh petugas kepolisian.

"Akan kita kawal untuk melakukan pembelaan. Kami mengutuk keras premanisme dan terkesan polisi melindungi preman. Pelaku harus ditangkap," tegas Fitriansyah Adisurya.

"Kita siap membantu kepolisian untuk membantu memberikan informasi dan bukti visual di lapangan terhadap aksi penganiayaan terhadap rekan kontributor ANTV," tutupnya.

Sedangkan Wakapolresta Samarinda AKBP Fadjar Abdillah belum bisa memberikan keterangannya terkait insiden aksi premanisme terhadap wartawan yang sedang bertugas melakukan peliputan. Namun ia berjanji akan menggelar keterangan resminya.

(trw/trw)


Berita Terkait