"Ah biasa saja. Itu kan pertama karena beliau sudah lebih lama, dan kedua kita baru. Dan lembaga survei kan bukan cuma satu," terang ketua umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, saat tiba di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/10/2012).
Ical yang mengenakan batik cokelat terang, datang ke DPR untuk menemui pimpinan kelompok DPD RI, dalam acara Sidang dengan Pendapat Umum di Nusantara V.
Menurutnya, meski elektabilitasnya rendah, Ical mengaku tetap optimis untuk bersaing dalam pilpres 2014. "Oh, optimis, ya kita bekerja," kata Ical singkat.
Ical juga menanggapi soal nama Priyo Budi Santoso yang kemungkinan bisa menyalip popularitas dirinya, menurutnya ia lebih elektable daripada Priyo.
"Tidak, Priyo nomor tiga, saya nomor dua, JK nomor satu. Begitu kan?" ucapnya.
"Elektabilitas saya pribadi 61 persen," imbuh Ical.
Saat ditanya, apakah bisa memenuhi aspirasi publik untuk capres yang tegas dan bersih, ical menjawab santai tantangan itu.
"Tenang saja," jawab Ical.
Sebelumnya, Survei tokoh-tokoh Golkar yang diadakan oleh Political Weather Station (PWS) yang diadakan 15 September-15 Oktober 2012. Responden dijaring dengan metode multistage random sampling dari 33 provinsi di Indonesia dan didapatkan 1.070 responden.
Metode pengumpulan data dengan wawancara tatap muka dengan panduan kuesioner. Margin of error adalah 3%. Sementara sumber dana survei ini, kata Marsedes, adalah dana independen PWS sendiri.
Berikut hasil survei PWS ketika responden ditanya apakah mengenal atau
minimal pernah mendengar nama-nama tokoh Golkar berikut:
1. Jusuf Kalla (95,88%)
2. Aburizal Bakrie (90,09%)
3. Priyo Budi Santoso (80,37%)
4. Akbar Tandjung (80,18%)
5. Fadel Mohamad (50,37%)
6. Agung Laksono (16,63%)
7. Hajriyanto Tohari (35,42%)
8. Sharif Cicip Sutardjo (31,96%)
(bal/ega)










































