Bom Kedubes, Kepedihan Utami
Minggu, 12 Sep 2004 07:31 WIB
Jakarta - Tragedi memilukan di depan Kedubes Australia, Kuningan, 9 September lalu menyisakan duka mendalam di hati Utami. Ibunda Anton Sujarwo itu harus kehilangan tulang punggung keluarga. Utami mendengar kabar kematian sang buah hati dari tetangganya yang kebetulan menonton siaran berita di televisi. "Bu, Anto-mu lek kerjo neng kedutaan endi. Kedutaan Australia kenek bom, jenenge Anton Sujarwo (Bu, anakmu kerja di kedutaan mana? Kedutaan Australia kena bom, nama korbannya Anton Sujarwo)," ujar tetangga itu. Mendengar kabar itu, Utami kemudian menyalakan televisi. Dalam tayangan layar kaca itu, Utami melihat wajah korban yang diyakini sebagai putranya. Setelah itu, dia pingsan. Kepastian kabar meninggalnya Anton Sujarwo sampai ke kediaman Utami, Kamis malam. Para tetangga berdatangan memenuhi rumah sederhana yang berada di Dusun I, RT.05, Kelurahan Ruktiharjo, Seputih Rahman, Lampung Tengah, Lampung. "Dia adalah tulang punggung keluarga. Dialah yang mengirim uang ke saya dan kepada beberapa adiknya disini," kata Utami yang sudah puluhan tahun menjanda. Keesokan harinya, Jumat (10/9/2004) sekitar pukul 06.30, jenazah Anton Sujarwo tiba di kampung halamannya dibawa dengan mobil jenazah. Seribuan warga menyambut kedatangan jenazah lelaki itu. Diantara kerumunan warga, terlihat Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurna Jaya. Usai Salat Jumat, jenazah dimakamkan.Anton Sujarwo bercita-cita menjadi tentara, namun kandas. Akhirnya, lelaki kelahiran Lampung Tengah, 15 Juni 1981 ini merantau ke ibukota dan bergabung dengan PT Arla. Dia bertugas di Kedubes Australia sebelum akhirnya maut menjemput.
(rif/)











































