3 Mahasiswa Terluka Akibat Bentrok dengan Polisi di Samarinda

3 Mahasiswa Terluka Akibat Bentrok dengan Polisi di Samarinda

- detikNews
Senin, 22 Okt 2012 14:30 WIB
3 Mahasiswa Terluka Akibat Bentrok dengan Polisi di Samarinda
Foto: robert/detikcom
Samarinda - Puluhan mahasiswa Samarinda, Kalimantan Timur, yang berunjuk rasa mengecam tewasnya seorang pelajar, bentrok dengan polisi. Sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka.

Bentrok terjadi sekitar pukul 14.35 WITA, Senin (22/10/2012). Saat itu, mahasiswa dan aparat Dalmas Polresta Samarinda saling berhadapan. Belakangan sejumlah mahasiswa melempari polisi dengan batu. Aparat membalas lemparan batu serta mengejar mahasiswa yang melarikan diri ke kampus Universitas Mulawarman.

Mahasiswa yang terdesak, beberapa di antaranya berhasil ditangkap aparat. Sedikitnya, 3 mahasiswa menjadi bulan-bulanan aparat. Mereka diseret menuju kantor Pengadilan Negeri Samarinda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ampun Pak, ampun Pak. Saya manusia juga jangan dipukuli Pak," kata seorang mahasiswa.

Beberapa mahasiswa terlihat masuk ke areal pusat perbelanjaan Samarinda Square. Mereka juga akhirnya berhasil diamankan oleh petugas kepolisian dibantu petugas keamanan pusat perbelanjaan. Namun di antaranya, diduga preman, ikut memukuli para mahasiswa yang berhasil ditangkap.

Mahasiswa yang membawa atribut HMI dan PMII itu memulai aksi sekitar pukul 10.30 WITA di depan jalan masuk kampus Universitas Mulawarman, Jl M Yamin. Di tempat itu, mereka merusak pot tanaman sehingga batu berserakan di jalan. Tidak hanya itu, mahasiswa juga memblokade jalan sehingga membuat kawasan pertokoan tutup.

Seorang polisi berpakaian dinas yang sempat melintas di depan jalan masuk Universitas Mulawarman, nyaris menjadi amukan mahasiswa. Beruntung anggota polisi itu sempat memacu kendaraannya menuju arah kampus.

"Itu polisi. Itu polisi," seru mahasiswa.

Selanjutnya mahasiswa bergerak maju menuju depan pusat perbelanjaan Samarinda Square yang berjarak sekitar 500 meter. Mereka kembali merusak pot tanaman dan rambu lalu lintas. Keinginan untuk bergerak ke depan Pengadilan Negeri Samarinda, terpaksa urung dilakukan lantaran pasukan Dalmas Polresta Samarinda dilengkapi water canon, sudah bersiaga lengkap dengan peralatan anti huru hara.

Dalam orasinya, mahasiswa mendesak Kapolda Kaltim dan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Prapto Santoso dicopot dari jabatannya, menyusul penganiayaan terhadap seorang pelajar.

"Copot jabatan Kapolda dan Kapolresta Samarinda! Bapak adalah pengayom kami, Bapak melindungi kami, Tapi kenapa Bapak juga yang membunuh generasi penerus bangsa?" kata seorang orator.

Unjuk rasa itu melumpuhkan aktivitas perekonomian berupa kawasan pertokoan, pusat perbelanjaan Samarinda Square serta kantor instansi pemerintah di sepanjang Jl M Yamin.

Sekadar diketahui, Rahmadan Suhudin (16), pelajar kelas 2 SMA Islam Samarinda pada 16 Oktober 2011 silam, tewas setelah diduga kuat dianiaya sejumlah anggota Satreskrim Polresta Samarinda. Suhudin dituduh dan dipaksa mengaku ikut terlibat dalam aksi pencurian kendaraan bermotor yang tidak pernah dilakukannya.

Penyelidikan yang dilakukan Direskrim Polda Kaltim dan Bidang Propam Polda Kaltim, akhirnya menetapkan 5 anggota Satuan Reskrim Polresta Samarinda terlibat dalam penganiayaan terhadap Rahmadan Suhuddin. Kelima anggota Polresta Samarinda itu kini masih menjalani persidangan di PN Samarinda. Rahmadun belakangan diketahui sebagai salah satu putra dari anggota Polresta Samarinda.


(try/try)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads