Sempat Meluap, Ketinggian di Pintu Air Manggarai Sudah Normal

Sempat Meluap, Ketinggian di Pintu Air Manggarai Sudah Normal

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Senin, 22 Okt 2012 13:57 WIB
Sempat Meluap, Ketinggian di Pintu Air Manggarai Sudah Normal
Jakarta - Ketinggian air di Pintu Air Manggarai sudah kembali normal pada siang ini. Setelah sebelumnya sempat meluap dan mengakibatkan banjir di daerah Kampung Pulo, Jakarta Timur, yang berada dekat aliran sungai Ciliwung.

Pantauan detikcom di lokasi pada Senin (22/10/2012) pukul 13.00 WIB, ketinggian air saat ini 720 cm. Terlihat dua petuags yang menggunakan crane terus melakukan pembersihan saluran air yang dipenuhi oleh sampah. Untuk mengantisipasi banjir, satu pintu air yang menuju Ciliwung-Kota ditutup, sementara untuk dua pintu air yang menuju Banjir Kanal Barat dibuka.

"Kemarin semenjak hujan melanda Bogor, sekitar pukul 03.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB, dengan curah hujan tinggi, kita sudah antisipasi begitu mendengar di sana (Pintu Air Katulampa) siaga IV kita sudah buka pintu air," ujar Kepala Pintu Air Manggarai, Pradjono, saat ditemui detikcom di kantornya Jalan Tambak no 59, Jakarta Pusat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Pradjono, dalam membuka atau menutup pintu air pihaknya mempunyai beberapa prosedur tetap (protap) pengambilan keputusan. Protap tersebut tergantung pada ketinggian air di Pintu Air Manggarai.

"Siaga I pintu air Manggarai dengan ketinggian 950 cm itu instruksi Gubernur. Siaga II dengan ketinggian air 820 -850 cm menunggu instruksi Kepala Dinas PU. Siaga III dengan 750 - 850 cm menunggu instruksi dari Wakil Kepala Dinas PU, dan terakhir Siaga IV ketinggian ai 0-750 cm, itu harus instruksi Kepala Pintu Air. Sekarang belum ada instruksi dari Gubernur. Nantinya baru kalau sudah masuk Siaga I tergantung instruksi Gubernur apakah pintu air Ciliwung-Kota dibuka atau tidak," terangnya.

Sebelumnya, warga Kampung Pulo, Jakarta Timur, diserang banjir sepinggang orang dewasa sekitar pukul 03.00 WIB dan hingga pukul 06.00 WIB sudah surut menjadi semata kaki orang dewasa. Warga pun berharap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) datang.

"Kemarin katanya Jokowi mau ke sini, tapi nggak datang-datang. Sudah ditungguin warga. Katanya mau naik keretan (perahu bambu) untuk menyusuri Kali Ciliwung," ujar Sunarya, warga Kampung Pulo RT 10/ RW 2, kepada detikcom, Senin (22/10).

Menurut Sunarya, banjir di Kampung Pulo sepinggang orang dewasa sekitar pukul 03.00 WIB namun belum masuk rumah. Sebab rumah warga sudah banyak yang ditinggikan.

Sekitar pukul 06.00 WIB, air sudah mulai surut menjadi semata kaki orang dewasa. Warga juga sudah mengetahui akan adanya banjir ini dari Ketua RT. Informasi yang dikumpulkan detikcom, paling parah banjir menggenangi RT 4 RW 3 Kali Ciliwung. Selain RT 4 RW 3, banjir juga melanda RT 3 hingga RT 16 di RW 3.

(riz/trw)


Berita Terkait